STQN Kalbar, Sumut Peringkat Tiga Nasional

PONTIANAK – Gelar lomba Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) XXV tahun 2019 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) telah berakhir. Hasil seleksi pada babak final Kamis (4/7/2019), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meraih peringkat ketiga.

Dalam event yang digelar mulai tanggal 27 Juni lalu tersebut, Sumut berhasil mempertahankan prestasinya menjadi peringkat ketiga nasional, seperti prestasi yang diraih pada MTQN XXVII di Sumut. Sementara untuk peringkat pertama atau juara umum dalam STQN di Kalbar ini diraih DKI Jakarta dan disusul peringkat kedua yakni Banten.

Adapun peserta asal Sumut yang meraih juara yakni, M Hanafi Nasution kategori tilawah anak putera meraih juara 1. Nurjannah kategori tilawah dewasa puteri juara 3. Aqsal Z Rafsanjani Hasibuan kategori tahfiz 1 juz dan tilawah putera juara 2.

Selanjutnya, Habiburahman kategori tahfiz 5 juz dan tilawah putera juara harapan 1. Istiqomah kategori tahfiz 30 juz puteri juara 2. Khairani kategori hapalan 100 hadis dengan sanad puteri juara 3. M Hidayatullah Perkasa Alam kategori cabang hapalan 500 hadis tanpa sanad putera juara 1, serta Meri Rahma Dani, kategori hapalan 500 hadis tanpa sanad puteri juara 2.

“Alhamdulillah kita masuk menjadi peringkat ketiga. Kita bisa mempertahankan prestasi yang sebelumnya kita raih pada MTQN XXVII di Sumut, yakni sama-sama peringkat ketiga nasional,” ujar Ketua Kafilah Provinsi Sumut Palit Muda Harahap, Jumat (5/7/2019).

Dikatakan Palit, sebelumnya peserta Sumut yang lolos ke babak final sebanyak 7 orang. Adapun peserta yang masuk pada babak final merupakan peserta terbaik dari seluruh provinsi yang berhasil mendapatkan nilai pada peringkat satu hingga peringkat tiga baik putera dan puteri.

“Tentunya kita sangat bersyukur peserta kita bisa memberikan yang terbaik. Ke depan akan semakin kita tingkatkan lagi pembinaan untuk menghadapi MTQN tahun 2020 di Sumatera Barat,” terang Palit.

Dalam kesempatan itu, Palit juga menyebutkan provinsi Sumatera Utara pada event ini unggul dalam kategori hapalan hadis, di mana kategori ini merupakan kategori pertama sekali yang digelar pada STQN di Kalbar.

Kategori ini juga masih termasuk eksibisi atau uji coba, sehingga nilai yang diperoleh peserta pada kategori ini tidak dapat diakumulasikan untuk nilai secara umum.

“Makanya meski kita banyak meraih juara pada kategori hapalan hadis, nilainya belum bisa mendongkrak peringkat secara keseluruhan. Kalau nilainya bisa masuk diakumulasi bisa jadi kita meraih juara umum,” jelas Palit.

Prestasi yang telah diraih oleh Sumatera Utara ini, lanjut dia, merupakan prestasi yang tidak hanya harus dipertahankan pada event-event berikutnya, tapi juga harus ditingkatkan.

“Makanya setelah ini kita akan tingkatkan pembinaan dan pelatihan secara berkesinambungan. Tidak hanya untuk tilawah dan tafiz, melainkan juga untuk hapalan hadis. Sebab di MTQN nanti akan banyak cabang-cabang lomba yang digelar. Selain itu kita akan berupaya untuk mencari bibit-bibit baru dari berbagai daerah di Sumut,” papar Palit.

Penyelenggaraan STQN XXV tahun 2019 ini, secara resmi akan ditutup oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin pada Jumat (5/7/2019) malam.

Dalam acara penutupan tersebut akan dibacakan keputusan Dewan Hakim STQN XXV tentang peserta terbaik, pembacaan keputusan Dewan Juri Pawai Ta’aruf serta pembagian hadiah.

Penulis: Ahmad Rizal
Editor: Redaksi

Baca Juga