oleh

227 Peserta PPG SM3T Ikuti Pendidikan Bela Negara

Medanmerdeka.com – Sebanyak 227 peserta mengikuti Pendidikan Bela Negara (PPG) SM3T angkatan VI, di Markas Kosekhanudnas III TNI AU, Medan, Sumatera Utara.

Pendidikan yang berlangsung selama dua hari (6-8 Juni 2018) dibina langsung TNI, mulai dari pelatihan baris berbaris, survival dasar, wawasan kebangsaan, mencegah paham radikalisme, sistem pertahanan semesta, sejarah hingga kepemimpinan.

Turut hadir dalam pembukaan PPG SM3T, Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom, M.Pd, Wakil Rektor I Prof Dr Abdul Hamid K,M.Pd, Wakil Rektor III Prof DR Sahat Siagian,M.Pd, Wakil Rektor IV Prof Manihar Situmorang,M.Sc,Ph.D, Direktur Pascasarjana Prof Dr Bornok Sinaga,M.Pd, dan segenap dekan Unimed.

Marsekal Pertama TNI AU, Ir Tri Bowo Budi Santoso, MM. M.Tr. (Han) mengatakan, para peserta bela negara diharapkan agar mengikuti program dengan sungguh-sunggu dan menjadikan pelatihan ini sebagai momentum membentuk sikap disiplin, loyalitas, kebersamaan dan solidaritas sesama rekan perjuangan.

Sebagaimana diketahui bersama, sambungnya situasi saat ini rasa kesetiakawanan begitu lemah.”Jadikan momentum pendidikan bela negara ini untuk merevitalisasi semangat kebersamaan, mempunyai disiplin yang tinggi, loyalitas terhadap pekerjaan, bertanggung jawab dengan apa yang kita kerjakan, dan memupuk jiwa patriotisme yang tinggi,” tegasnya.

Dan yang tak kaah penting, lanjutnya melalui sistem pendidikan nasional yang baik perlu diteguhkan kembali  komitmen kepada seluruh  peserta pembekalan bela negara untuk selalu mempertahankan empat pilar yang menjadi konsensus dasar bangsa indonesia dalam berbangsa dan bernegara yakni: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom,M.Pd. menekankan arti pentingnya pendidikan bela negara. Para peserta diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan Indonesia.

Sebagai pendidik generasi masa depan, guru diharapkan mampu menggunakan nalar, inovasi dan inisiatif. Tingkatkan cara berpikir dan naluri sebagai pendidik, sehingga mampu membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Syawal berharap agar para peserta mengikuti pelatihan bela negera dengan sungguh-sungguh. “Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin dan ikuti pelatihan ini dengan kesungguhan hati. Semoga hasil pendidikan bela Negara ini dapat diaplikasikan dan para peserta bisa mengintegrasikannya pada seluruh mata pelajaran di sekolah. Karena bentuk bela negara seorang guru adalah membangun peradaban negeri dan karakter bangsa mulai dari sekolah. (rel/amri/mm)

Komentar

News Feed