Andika, Bocah Makan Sabun Sudah Kembali ke Panti Asuhan

Direktur RSUD Sipirok, Firdaus Batubara bersama Andika yang pulih setelah 18 hari menjalani perawatan oleh tim medis. (Foto:MEDANmerdeka/Amir)

TAPSEL - Senyum Andika, seorang bocah pemakan sabun asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), terlihat jelas ketika tim medis RSUD Sipirok mulai melepas jarum infus di tangannya.

Anak ketiga dari tiga bersaudara tersebut sudah sembuh dan diperbolehkan pulang oleh tim medis yang selama ini merawatnya di rumah sakit milik pemerintah itu. Menggunakan kaos dan celana warna merah, Andika tampak keluar dari ruangan dan digendong oleh Direktur RSUD Sipirok, Firdaus Batubara.

Di luar ruangan, ternyata anak hasil perkawinan Rosul dan Ratimah Siregar sudah ditunggu oleh pengurus Yayasan Attahir, tempat Andika akan diasuh.

"Di sini, dia sudah dirawat selama 18 hari,"ujar Firdaus kepada awak media ketika ditemui. Selama menjalani perawatan, Andika tidak rewel dan mau menjalankan semua arahan dari tim dokter.

Saat dirawat, dia langsung ditangani oleh beberapa spesialis dengan  penanganan intensif seperti, dr.Syahreza Hasibuan, M.Ked (Ped), Sp.A) dan dr. Ira Aliza Siregar Sp.A. Tak heran, jika berat badan Andika mengalami kenaikan 1,5 kilogram.

"Tatalaksana pasien berdasarkan guidelines Departemen Kesehatan untuk anak dengan Malnutrisi," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Parulian Nasution menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan dinas terkait seperti, Dinas Pendidikan dan Kesehatan untuk memenuhi semua fasilitas pendidikan dan kesehatan Andika dan saudaranya.

Selain itu, Pemkab Tapsel juga sudah menginstruksikan Dinas Sosial setempat agar mengkaji kebutuhan hidup selama mereka berstatus anak. "Mereka juga akan menjadi prioritas untuk penerima seluruh program pemerintah,"tuturnya.

Komentar

Loading...