Terkait Tumpahnya Minyak di Laut Belawan

ANSM Desak Ditpolair Poldasu Usut Pencemaran Laut 

BELAWAN - Tumpahnya minyak makan milik PT Sinar Mas, Sabtu (21/09/2019) di dermaga 105 Pelabuhan Ujung Baru Belawan menjadi pembicaraan publik. Pasalnya ,akibat tumpah minyak makan tersebut Pelabuhan Belawan menjadi tercemar.

Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Indonesia Sumatera Utara Abdul Rahman alias Atan, Minggu (22/09/2019) mengatakan , dampak dari tumpahnya minyak makan berkualitas ekspor di perairan laut Pelabuhan Belawan akan merusak ekosistem laut sekaligus mencemari perairan laut Belawan.

"Pihak berwajib harus segera mengusut kasus ini karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan hidup apalagi sampai merusak ekosistem laut," sebut Atan.

Menurut Atan,  secara spesifik, tumpahnya minyak makan tersebut menunjukkan pengaruh negatif  terhadap lingkungan pesisir dan perairan Belawan,
Lanjut Atan, selain mencemari laut Belawan juga mencemari daratan, ini harus menjadi perhatian pemerintah terkait, Balai Lingkungan Hidup (BLH) maupun Ditpolair Poldasu, untuk menindak keras atas kecerobohan dan kelalaian yang dilakukan pihak  PT Sinarmas, yang membuat kerugian nelayan Belawan dan masyarakat pesisir.

Tindakan yang ceroboh ini telah melanggar Undang Undang Pencemaran Lingkungan Hidup (UU no 32 tahun 2009) tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup.

"Apa bila dilapangan ditemukan telah terjadi pencemaran, maka ANSM Indonesia minta kepada Ditpolair Polda Sumut untuk segera menindak lanjuti dan memproes atas kelalaian PT Sinar Mas yang diduga telah mencemari lingkungan sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup," tegasnya.

Penulis: Awal Yatim
Editor: Redaksi

Baca Juga