Bantu Korban Banjir, BPBD Simalungun tak Ada Anggaran

BANJIR :Warga Dusun 6 Sidomulyo, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, bersih-bersih setelah pemukimannya diterpa banjir beberapa hari terakhir.Hingga kini, BPBD Simalungun belum juga mengucurkan bagi para warga.(foto:htp/mm)

BANJIR :Warga Dusun 6 Sidomulyo, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, bersih-bersih setelah pemukimannya diterpa banjir beberapa hari terakhir.Hingga kini, BPBD Simalungun belum juga mengucurkan bagi para warga.(foto:htp/mm)

Medanmerdeka.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Simalungun tidak mempunyai dana untuk  memberikan bantuan baik bahan makanan bagi korban ,maupun penanganan kerusakan sejumlah infrastruktur akibat banjir di sejumlah kecamatan,Selasa (9/10) dan Rabu (10/10) kemarin.

Kepala BPBD Pemkab Simalungun, Mudahalam Purba mengatakan,pemerintah daerah belum mampu memberikan bantuan bagi korban bencana dan menangani kerusakan infrastruktur di sejumlah kecamatan.

Dia juga mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pimpinannya terkait pemberian bantuan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Simalungun.

“Pake apa mau dibantu anggarannya tidak ada,memang belum ada bantuan untuk korban banjir,masih akan dikordinasikan dulu dengan pimpinan,” kata Mudahalam, Kamis (11/10/2018).

Mudahalam menambahkan,pihaknya sampai saat ini masih mendata infrastruktur yang rusak serta menunggu petunjuk pimpinan untuk pemberian bantuan bagi korban banjir.

Anggota DPRD Simalungun Makmur Damanik menyesalkan lambannya pemberian bantuan bagi korban bencana banjir oleh BPBD,padahal seharusnya minimal pemberian bantuan bahan makanan bagi warga yang menjadi korban harus cepat diberikan.

“Saya sangat menyesalkan BPBD Simalungun lamban menangani korban banjir,padahal sudah memasuki dua hari,tapi minimal bantuan bahan makanan juga tidak bisa diberikan,” sebut Makmur.

Politisi Partai Golkar itu juga mengaku heran BPBD tidak lagi memiliki anggaran penanganan bencana padahal tahun anggaran belum berakhir.

Sebelumnya sejumlah warga di kecamatan Gunung Malela dan Kecamatan Siantar yang menjadi korban banjir sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah daerah baik makanan maupun penanganan sementara kerusakan infrastruktur sepeřti jalan dan jembatan.

Kepala Desa Dolok Hataran,Kecamatan Siantar,Suhardi mengatakan warga korban banjir di Dusun 6 Sidomulyo dan Dusun Batu 7,sampai Kamis menjelang siang belum menerima bantuan bahan makanan dari Pemkab Simalungun. “Bantuan bahan makanan bagi 9 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di Dusun 6 dan Batu 7 belum ada dari Pemkab Simalungun,” kata Suhardi.

Begitu juga kerusakan jembatan yang menghubungkan Desa Silau Malaha dengan Dolok Hataran menurut Suhardi belum ada tanda-tanda ditangani pemerintah daerah,sehingga warga menangani sementara dengan pohon kelapa.(htp/mm)

Comment