Berkurang 170 Meter, Pembangunan Infrastruktur Jalan Disoal Warga Huta Bargot Madina

Pembangunan jalan Adion Jior-Huta Bargot Nauli, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan nilai Rp3,7 miliar yang dikerjakan CV Tadolok Raya Indah, menjadi sorotan publik.(Foto:MEDANmerdeka/Iswadi)

MADINA – Pembangunan jalan penghubung Adion Jior-Huta Bargot Nauli, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan nilai Rp3,7 miliar yang dikerjakan CV Tadolok Raya Indah, menjadi sorotan publik.

Sebagaimana diketahui peningkatan badan jalan bersumber dari dana DAK 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madina, dikerjakan CV Tadolok Raya Indah, dikerjakan 19 Juli 2019, dengan masa kerja 120 hari kalender.

Kekecewaan masyarakat, peningkatan jalan ini seharusnya dari pangkal Adion Jior hingga Desa Huta Bargot Nauli yang lebih kurang sepanjang 3 kilometer. Jika dilihat dari fisik yang sudah dikerjakan, tidak sampai perbatasan Huta Bargot Nauli. Seharusnya sampai ke ujung Desa Simalagi.

Dari pantauan medanmerdeka.com, terdapat kekurangan volume panjang peningkatan jalan lebih kurang 170 meter. Hal ini diakui seorang pengawas Dinas PUPR Madina, Landri.

“Memang ada kekurangan. Tapi sebelum ditenderkan, titik awal pembangunan sampai jembatan perbatasan Simalagi. Namun setelah ditenderkan dan dikerjakan, ada perubahan karena ada ketidakcukupan anggaran.” Jelasnya.

Bahkan, hingga kini pengerjaan baru sebatas pengerasan badan jalan. Tanda-tanda pengaspalan belum juga terlihat. “Kami masyarakat Huta Bargot Nauli berharap pengerjaan proyek peningkatan jalan ini agar lebih transparan, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan pada masyarakat, dan kami juga ingin merasakan akses yang bagus ke desa kami," ketus warga.

Pihak kontraktor CV Tadolok Raya Indah yang dihubungi  melalui telepon maupun WhatsAPP belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Iswadi Nasution
Editor: Redaksi

Baca Juga