Depeko Yogyakarta Kunker ke Pemko Tebing Tinggi


Medanmerdeka.com - 
Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Pemko Tebing Tinggi, dan diterima langsung Wali Kota H.Umar Zunaidi Hasibuan, Rabu (14/2/2018).

Pertemuan yang berlangsung tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Dra. Kristina Lusi Irawati beserta rombongan, Ketua Apindo Tebing Tinggi, Dewan Pengupahan Tebing Tinggi, DPRD Tebing Tinggi dan OPD.

Dalam pertemuan itu, Umar Zunaidi Hasibuan memparkan sejarah Kota Tebing Tinggi, keragaman etnis, agama hingga program-program jangka panjang dan prioritas Kota Tebing Tinggi.

"Daerah Kota Tebing Tinggi ini merupakan perpaduan budaya Kesultanan Padang, Melayu dan Simalungun dengan jumlah penduduk kurang lebih 174.000 jiwa.Di Tebing Tinggi ini juga memiliki banyak perusahaan- perusahaan seperti industri karet, tapioka, besi, kopi  dan masih banyak lagi, " jelasnya.

Saat ini, sambung Umar Zunaidi, Pemko Tebing Tinggi menggalakan program bagi masyarakat, diantaranya urban farming, dimana masyarakatnya menanam sayuran dirumah lalu  dan kita program komponisasi  perikanan darat organik khususnya ikan lele yang telah kita kembangkan di masyarakat agar mengurangi biaya cost sehari–hari.

Dan mengenai upah minimum Kota Tebing Tinggi dari Tahun ke Tahun terus mengalami kenaikkan sejak tahun 2016, dan tahun 2018 sebesar Rp. 2.164.991, 59.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Dra.Kristina Lusi Irawati mengatakan, kehairannya bersama rekan dewan pengupahan di Yokyakarta datang kemari bertujuan untuk menginformasi tentang dewan pengupahan yang berkaitan dengan pengupahan di Kota Tebing Tinggi. "UMK di Yogyakarta lebih sedikit di bandingkan UMK yang ada di Tebing Tinggi dan bila di Tebing Tinggi upah minimumnya  Rp. 2.164.991, 59, sedangkan  di Yogyakarta upah minimumnya hanya Rp.1.700.000, "jelas beliau.(amri/mm)