Di Sidimpuan, Program SP Online 2020 Terkesan Hanya untuk Pejabat

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengisi sensus penduduk online didampingi BPS Kota Padangsidimpuan, beberapa waktu lalu. (Foto:Istimewa)

SIDIMPUAN – Sosialisasi Sensus Penduduk Online (SP Online 2020) yang dilakukan BPS di Kota Padangsidimpuan, terkesan hanya untuk kalangan pejabat, dan belum menyentuh kalangan masyarakat.

Salah seorang warga Kota Padangsidimpuan, Karim Pohan SH mengaku kecewa. “Saya justru tau ada sensus melihat poto pejabat yang sedang mengisi sensus penduduk pribadi,” kata Karim kepada medanmerdeka.com, Minggu (23/2/2020).

Karim tak menyangkal seorang pejabat menjadi ikon sosialisasi BPS. Namun sebenarnya yang penting adalah masyarakat yang didatangi untuk sosialisasi.

Setahu Karim, pendataan penduduk secara nasional ini untuk melihat dari beragam sisi, baik pendidikan, ekonomi hingga pendapatan perkapita masyarakat. Semua menjadi satu data.

Yang menjadi pertanyaan, sensus kependudukan atau yang disingkat SP Online 2020 dilakukan secara online. “Yang mau dihadapi ini orang tua-orang tua yang tidak melek teknologi. Perlakuannya berbeda, yang harus didatangi biar lebih jelas. Kalau pejabat ya sudah pasti bisa,” ujar Karim, dengan nada tinggi.

"Saya belum pernah dengar ada warga yang sibuk memasukkan data sensus seperti itu, malah saya lihat di media sosial sebagian pejabat sibuk berfhoto sensus apa itu bentuk sosialisasi saya ngak tau," Kata Karim.

Karim berharap, program SP Online 2020 fokus pada tata cara, persyaratan seperti nomor ktp dan kk serta memperkenalkan link sensusnya sehingga warga tidak ketinggalan dilaksanakan hanya dari 15 Februari sampai 31Maret.

Hal senada Juga diungkapkan pemerhati sosial, Irfan Azhari Nasution,yang mendukung SP Online 2020 agar pelaksanaannya simple dan singkat.

"Saya setuju sekali itu akan mempermudah, tapi harus disosialisasikan lebih luas jangan hanya kekalangan pejabat, warga juga berhak untuk tahu program pemerintah ini agar berjalan sempurna demi pembangunan," kata Irfan.

Irfan berharap BPS Kota Padangsidimpuan bekerja sesuai prosedur dan tidak menjadikan program sebagai ajang pencitraan.  "Harapan saya janganlah program yang singkat ini terkesan sebagai ajang pencitraan semata," harapnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Kota Padangsidimpuan Hafsyah Aprillia mengatakan, salah satu poin utama pelaksanaan sensus yang dilakukan 10 tahun sekali ini adalah untuk menuju satu data kependudukan.

Sensus penduduk tahun ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, masyarakat diminta mengisi sensus secara mandiri melalui https://sensus.bps.go.id, Kedua, bagi masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam SPO (Sensus Penduduk Online), akan didatangi dan diwawancara oleh petugas sensus pada Juli 2020.

Komentar

Loading...