Di Tengah Pandemi Corona, Merapi Erupsi Lagi

Gunung Merapi erupsi dilihat dari Boyolali, Sabtu (28/3/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)

YOGYAKARTA - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) melanda negeri ini, Gunung Merapi erupsi sebanyak tiga kali sejak kemarin. Status gunung ini masih di berstatus waspada sejak 21 Mei 2018.

Berikut ini catatan tiga erupsi Gunung Merapi sejak kemarin yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagaimana dikutip dari laman detikcom:

1. Jumat (27/3) pukul 10.56 WIB

Erupsi yang terjadi kemarin siang tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit. Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke Barat Daya. Dampaknya sejumlah lokasi di Kabupaten Magelang mengalami hujan abu dan pasir.

2. Jumat (27/3) pukul 21.46 WIB

Erupsi gunung yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 180 detik. Teramati kolom erupsi setinggi 1.000 m di atas puncak condong ke arah Barat.

3. Sabtu (28/3) pukul 05.21 WIB

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada pagi hari tadi tercatat di seismogram dengan amplitudo 50 mm dan durasi 180 detik. Teramati tinggi kolom erupsi 2.000 m. Arah angin saat erupsi ke Barat.

Sekdes Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Basuki, mengungkap warga lereng Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah tetap beraktivitas seperti biasa sejak erupsi terjadi kemarin.

Kaur perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, menambahkan warganya tak panik tapi tetap berjapa saat Gunung Merapi erupsi Jumat (27/3) malam. "Yang malam tidak terdengar gemuruh atau terlihat titik api. Tapi warga tetap terjaga," kata Jainu.

Komentar

Loading...