Diburon 5 Tahun, Mantan Camat Galang Ditangkap Kejatisu

DELI SERDANG - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dan Kejari Deli Serdang meringkus mantan Camat Galang, Hadisyam Hamzah, terpidana korupsi pengadaan lahan untuk proyek pembangunan gardu induk PT PLN Pikitring, 275/150 KV tahun 2008-2009, yang merugikan negara Rp 230.690.000.

"Hadisyam ditangkap di persembunyiannya di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Dia dinyatakan sebagai buronan sejak 2014 dalam kasus korupsi dan sudah divonis 2 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan," ujar Kajari Deli Serdang, Harli Siregar, Jumat (20/9/2019) malam.

Didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Harli Siregar menyampaikan,  terpidana Hadisyam tidak melakukan perlawanan saat ditangkap pihak kejaksaan. Hadisyam langsung dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam untuk menjalani hukuman yang sudah berkekuatan tetap oleh Mahkamah Agung.

Harli Siregar menjelaskan, terpidana terbukti bersalah turut melegalisasi surat tanah seluas 12.330 M2, berdasarkan surat penguasaan fisik dan surat keterangan tanah yang diterbitkan oleh Kades Petangguhan Syamsir dan anggota sekretariat pengadaan tanah, Mansyuria Dachi, yang menyebutkan tanah tersebut milik  Sali Rajimin Putra (berkas terpisah) agar mendapat ganti rugi oleh pihak PLN senilai Rp230.690.000,-.

Padahal lahan yang berada di Dusun 4 Desa Petangguhan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang tersebut berstatus tanah milik negara.

"Selama dalam pelariannya Hadisyam selalu berpindah-pindah tempat menghindari kejaran tim kejaksaan. Hingga akhirnya, terpidana diketahui di Desa Sekip yang merupakan tempat tinggalnya langsung dilakukan penangkapan,"terang Kajari.

Sementara itu, Hadisyam tidak berkomentar atas pelaksanaan eksekusi terhadap dirinya. Dia hanya tampak pasrah saat dibawa ke Lapas Pakam.

Penulis: Yohana
Editor: Redaksi

Baca Juga