Diduga Tak Kantongi Izin, Proyek Perumahan di Marelan Bebas Beraktivitas

Truk pengangkut material melintas meninggalkan tumpahan tanah yang mengakibatkan jalan kotor dan berdebu.(foto/istimewa)

MARELAN - Proyek penimbunan areal perumahan seluas 1 hektare di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Marelan, Pasar 3 Barat, diduga tak memiliki izin.

Hal ini terungkap ketika warga sekitar resah akan aktivitas di lokasi, termasuk polusi udara karena banyaknya tanah berserakan di badan jalan, Kamis ( 29/7/2021). Padahal, sebelunya proyek ini sempat terhenti selama dua bulan.

Sunarto (55) mengatakan, proyek ini tidak memiliki izin berdasarkan keterangan Kasi Trantib Kecamatan Marelan. "Kasih Trantib bilang memang tidak ada izinnya. Jadi kita minta ini distop, jangan karena ketua organisasi bebas sesuka hati dan seharusnya menjadi contoh," tegas Sunarto.

Untuk itu, Sunarto mendesak pihak Kecamatan Marelan untuk bertindak tegas menghentikan proyek perumahan tersebut. "Sebagai warga negara harus patuh dan taat peraturan,"pintanya.

Hal senada juga ditegaskan Alfiyan, sejak beroperasinya proyek penimbunan areal perumahan warga sekitar merasa terganggu karena banyaknya tumpahan tanah yang diangkut dum truk berceceran dan meninggalkan dbu. "Sebagai pengguna jalan kami merasa terganggu karena banyak abu." ujarnya.

Alfiyan, berharap agar pihak Kecamatan Medan Marelan dapat mengambil tindakan setelah mendengar keluhan warga.Dan sesegera mungkin memangil pengembang dan diminta memperbaiki jalan yang sudah hancur.

Camat Medan Marelan Yunus ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait proyek tersebut tidak memberikan jawaban dan terkesan bungkam.

Sementara. Kasi Trantib Kecamatan Medan Marelan Ronal beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi mengatakan saat ini diketahui proyek penimbunan tersebut belum memiliki izin.

"Sampai saat ini memang belum kami temukan izinnya bang. Kepling juga sudah kordinasi ke mereka. Besok kami mau menyurati pihak Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan kaitan penimbunan ini. Kami pihak kecamatan saat ini berusaha mengingatkan mereka karena tanah tersebut menyebabkan debu saat siang hari dan lumpur saat hujan," ujar Ronal.

Dikatakan Ronal, bahwa pihaknya  sudah kordinasikan ke pihak Kelurahan akan menyurati pihak proyek.Sedangkandari pihak kecamatan akan menyurati dinas terkait pelaksanaan kegiatan.