Sempat Ditahan di Malaysia, 5 Orang Nelayan Asal Langkat Kumpul Bersama Keluarganya

Medanmerdeka.com – Lima orang nelayan asal Brandan Kabupaten Langkat Sumatera Utara akhirnya kembali berkumpul bersama keluarganya saat tiba di Bandara International Kualanamu di Deliserdang.

Mereka dipulangkan ke tanah air setelah menjalani proses Hukum selama delapan bulan di Penjara Perlis Malaysia karena melewati tapal batas saat mencari ikan di Selat Malaka, Kamis (8/11/2018).

Kelima nelayan asal Brandan Kabupaten Langkat Sumatera Utara yang dipulangkan dari Pulau Pinang Malaysia ini masing-masing Ismail, Nazri, Armansyah, Juriansyah, Imam Syafii. Kedatangan kelima nelayan yang ditangkap polisi laut diraja Malaysia pada 15 Maret 2018 disambut Wakil Ketua komite Dua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purba bersama pihak KKP RI dan Kadis KKP Sumut di Pintu kedatangan International Bandara Kualanamu.

Proses pemulangan ini dilakukan Pihak Wakil Komite II DPD RI Asal Sumut, Parlindungan Purba yang bekerjasama dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Konjen RI di Pulau Penang Malaysia Iwanshah Wibisono sehingga pihak Kerajaan Malaysia dapat memulangkan kelima nelayan Asal Langkat tersebut.

Menurut salah seorang nelayan, Armansyah mereka ditangkap saat sedang tertidur diatas kapal motor pencari ikan yang mereka bawa. “Kami sedang tidur bang, tiba-tiba saja kami dibangunkan oleh polisi. Katanya kami sudah masuk wilayah perairan Malaysia di Selat Malaka, dan ditahan di Penjara Perlis selama delapan bulan. Alhamdulillah sekarang kami sudah kembali ke tanah air,” ujarnya.

Setelah tiba di Bandara Kualanamu, kelima nelayan ini langsung dipulangkan ke kampungnya di Brandan Kabupaten Langkat.

Sementara Wakil Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan dia tetap konsisten untuk tetap membantu para nelayan indonesia khususnya nelayan Sumatera Utara yang ditahan di Malaysia akibat mencari ikan hingga melewati tabal batas.

“Hari ini kita bebaskan lima orang lagi nelayan asal Langkat dan berharap kelimanya tidak lagi mengulangi kesalahan kedua dan pihak Pemerintah khususnya Kementrian Kelautan Perikanan terus melakan sosialisasi kepada nelayan dan memperhatikan nasib nelayan sehingga para nelayan ini tidak lagi melaut hingga melewati tapal batas akibat minimnya tangkapan,” ucapnya. (mm)

Comment