Ditangkap di Sidimpuan, 2 Pelaku Perampokan Ditembak Polrestabes Medan

Dua dari empat kawanan bandit jalanan ditembak Satreskrim Polrestabes Medan, dalam penyergapan di Kota Padangsidimpuan, Sabtu (22/2/2020) kemarin.(foto:MEDANmerdeka/Ist)

MEDAN – Dua dari empat kawanan bandit jalanan ditembak Satreskrim Polrestabes Medan, dalam penyergapan di Kota Padangsidimpuan, Sabtu (22/2/2020) kemarin.

Empat tersangka pelaku yang ditangkap masing-masing Deka Kinana Alias Deka (36) warga Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Mauliddin (29) warga Jalan Seriti VIIIPerumnas Mandala, Dedi Haryanto (36) warga Jalan Pipit 12 Medan, dan Abta Asiando (35) warga Jalan Kepodang I Prumnas Mandala, Deliserdang.

Barang bukti disita, 1 unit sepeda motor, Samsung S9+, tas warna biru, uang tunai Rp150 ribu, Kartu ATM BCA atas nama Lina, kartu ATM BCA atas nama Koeng Lien Bie, kartu ATM Bank Mega atas nama Lina, dua kartu kredit BCA atas nama Lina, satu kartu kredit Bank Mandiri atas nama Lina, tiga kartu kredit BRI atas nama Lina, satu Buku BRI atas nama Koeng Lien Bie, selembar STNK surat sementara mobil Mitsubishi Pajero plat BK 1969 AAY.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Pidum, Iptu M Husien mengatakan, perampokan yang dilakukan tersangka terjadi pada Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ketika itu, korban Lina (35) warga Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, bersama keponakannya pergi ke Grapari Telkomsel Jalan Wahidin Kecamatan Medan Area dengan mengendarai mobil.

Setiba di Grapari korban turun dari mobil dan dua orang pelaku yang mengendarai sepedamotor datang dan memepet korban. Kemudian merampas tas yang disandang korban.

Korban sempat mencoba menyelamatkan tasnya yang berisi 5 kartu ATM, 5 kartu kredit STNK dan surat berharga lainnya dengan menarik tasnya. Akibatnya tali tas putus dibawa pelaku.

Petugas yang menerima pengaduan korban melakukan penyelidkan ke TKP. Hasilnya petugas mengetahui identitas dan menangkap keempat pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini sudah sering beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan. “Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kakinya karena mencoba kabur dan melawan saat ditangkap,” tegas Maringan.

Komentar

Loading...