Ditpolair Polda Sumut Lepaskan Pelaku Pembawa 28 Drum Limbah B3

Dua nakhoda kapal tanpa izin layar pengangkut 28 drum Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditangkap Dipolair Polda Sumut, di perairan Belawan.(Foto/MEDANmerdeka/dok)

BELAWAN – Kasus kapal pengangkut limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditangkap Dipolair Polda Sumut, di perairan Belawan, beberapa waktu lalu mengambang. Bahkan, dua nakhoda beserta empat Anak Buah Kapal (ABK) diduga dibebaskan.

Kedua nakhoda diketahui bernama Khairul (38) dan Nurul Anwar (30), keduanya penduduk Lingkungan IV, Lorong Masjid, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Empat ABK lainnya, yakni Abdulah, Rudi Handoko, Bambang dan Sulaiman.

Kasubdit Gakkum Kompol Jenda Kita Sitepu, yang dikonfirmasi Rabu (17/7/2019) mengatakan pelaku tidak ditahan karena ancaman di bawah 5 tahun. Bahkan, penampung barang bukti tidak ada, karena ditangkap saat berada di tengah laut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Patroli Mabes Polri KP Antasena- 7006 ,menangkap 2 kapal kayu bermuatan 28 drum limbah B3, di perairan Belawan, Jumat (5/7/2019) sore.

Untuk pengusutan, kedua kapal kayu bersama dua nakhoda dan empat ABK digiring ke dermaga Dit Polairud Polda Sumut, di Jalan TM Pahlawan, Belawan.

Dijelaskan Komandan KP. Antasena – 7006, Kompol Carito mengatakan penangkapan ini terjadi saat pihaknya melakukan patroli sea rider KP. ATS-7006 di perairan Belawan Kordinat 3° 48' 851" LU - 98° 43' 857" BT ada melihat dua kapal motor tanpa nama berlayar di perairan Belawan.

"Begitu terdeteksi, kapal kayu tersebut dikejar dan hentikan. Ternyata membawa 28 drum berisi limbah beracun B3," ujar Kompol Carito, Sabtu (6/7/2019).

Carito menambahkan, kedua kapal kayu tanpa nama dan nomor selar ini saat berlayar tidak dilengkapi dokumen  hingga kini masih disandarkan di dermaga dan kedua nakhodanya sedang dalam pemeriksaan petugas.

Penulis:

Baca Juga