Elpiji 3 Kg Menghilang di Siantar

PEMATANGSIANTAR – Masyarakat Kota Pematangsiantar, terutama ibu rumah tangga dan pemilik warung di sejumlah kelurahan  resah karena kesulitan mendapatkan isi ulang gas elpiji ukuran 3 tiga kilogram di tingkat pengecer.

Kondisi itu membuat warga terpaksa membeli gas isi ulang ke para pengecer di kelurahan yang jauh dari tempat tinggalnya, dengan harga yang lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu.

Seperti dikatakan Rama br Sianturi (45), penduduk Jalan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, sudah sepekan ini masyarakat sulit mendapatkan isi ulang gas elpiji ukuran tiga kilogram.

“ Kelangkaan isi ulang gas elpiji ukuran tiga kilogram menurut sejumlah pengecer di Kecamatan Siantar Utara,karena stok di tingkat agen dikurangi,karena akan ada pengalihan dari tabung 3 kilogram ke tabung ukuran 5,5  kilogram,” papar br Sianturi.

Hal yang sama disampaikan, Irma Siregar (47) pedagang nasi di Jalan Diponegoro, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.  Dia terpaksa membeli gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Siantar Timur dengan harga Rp18 ribu. Padahal selama ini, kata Irma, harga HET elpiji  tiga kilogram Rp16 ribu hingga Rp17 ribu. “Ya terpaksa kita beli di Siantar Timur harga Rp 18 ribu. Namanya juga kita butuh untuk jualan, walaupun mahal tetap harus dibeli juga,” ujar Irma

Sementara itu, Asisten Pereknomian Pemko Pematang Siantar, M Akhir Harahap mengatakan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. “Pemko Pematangsiantar akan segera menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui penyebab kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di sejumlah kecamatan,” tandas Akhir.(davis)