Fasilitas dan Pelayanan RSUD Pemkot Sidimpuan Buruk

Kondisi RSUD Pemkot Sidimpuan memprihatinkan, selain tidak terawat pelayanannya juga jauh dari standart. (Foto:MM/Amir)

SIDIMPUAN - Kondisi RSUD Kota Padangsidimpuan sangat memprihatikan. Selain fasilitas yang rusak, kebersihannya juga jauh dari standart. Dibeberapa tempat banyak terjadi kebocoran termasuk soal IPAL yang dinilai semrawut.

Saat medanmerdeka.com, Kamis (20/2/2020) mendatangi Rumah Sakit milik pemerintah Kota Padangsidimpuan ini kesan pertama yang langsung dirasakan adalah soal kebersihan. Hampir seluruh ruangan tampak kotor termasuk di dalam gedung rawat inap berlantai lima tidak menggambarkan kondisi rumah sakit yang prima.

Seorang keluarga pasien berinsial MS (38) mengungkapkan keluhannya terutama fasilitas. "Kebersihan kamar mandi,ruangan dan juga soal pelayanan. Karena di sini saya rasa seperti tempat siswa PKL anak sekolah,"ketusnya dengan nada kecewa.

Selain itu, banyak juga pasien mengeluhkan kesiapsiagaan petugas rumah sakit yang baru saja turun akreditasinya dari type B menjadi type C ini, seperti tampak di 3 dan 4. Hampir keseluruhan yang piket pelajar SMK yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Ya kalau butuh tindakan cepat, yang ada pelajar SMK yang PKL. Aneh saja, bukan perawat yang datang. Bahkan, air yang menjadi kebutuhan dasar kualitasnya buruk,” kata keluarga pasien.

Standar baku rumah sakit ini diduga tidak mengikuti Permenkes nomor 7 tahun 2019 tentang kesehatan lingkungan rumah sakit. Selain masalah pelayanan, persoalan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah sakit juga cukup mengkhawatirkan, dibeberapa titik terjadi kebocoran pipa serta kondisi IPAL juga terlihat tidak beroperasi baik dan alat pengukur kadar ph air juga tampak mati atau tidak sesuai dengan UU nomor 4 tahun 2009 tentang rumah sakit.

Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution mengatakan pihaknya juga merasakan buruknya fasilitas dan pelayanan di rumah sakit tersebut jauh dari kata layak serta akan menyampaikan kondisi tersebut ke dalam rapat DPRD untuk dilakukan pembasan lanjutan bersama pemerintah.

"Saya juga merasa miris melihatnya. Tapi sebagai seorang anggota dewan tentu persoalan ini akan saya prioritaskan untuk dibahas bersama Dirut rumah sakit," tegas Rusydi.

Sementara itu Dirut RSUD Kota Padangsidimpuan,Tetty Rumondang yang hendak dikonfirmasi tidak berada di ruang kerja.

Sebelumnya, Wali Kota Padangsidimpuan beberapa waktu lalu mengatakan akan memperbaiki kondisi rumah sakit dalam dua hari serta tidak ingin manjadi umpatan masyarakat, namun hingga berita ini diturunkan masih juga sama.

Komentar

Loading...