Festival Tenun Nusantara 2018 Digelar di Taput

Medanmerdeka.com – Festival Tenun Nusantara 2018 akan diselenggarakan di tiga lokasi, tarutung, Muara dan Sibandang. Event nasional yang diselenggarakan pada 13 hingga 17 Oktober mendatang juga dimeriahkan pameran tenun dan fashion show berbahan dasar ulos.

Ketua Tim Teknis Indonesia, Yanes David Sidabutar mengatakan, event yang akan diselenggarakan di pelataran gedung Sopo Partungkoan,Tarutung, akan menampilkan tenunan ulos yang terdiri dari 6 puak Batak. Selain itu juga dipamerkan tenunan Jawa, NTT, Bali, Toraja, dan berbagai daerah lain.

“Selain ulos Batak, juga ada tenunan dari provinsi lain dan kita akan tampilkan juga proses membuat kain hingga ditenun menjadi kain,” papar Yanes, Minggi kemarin kepada media.

Untuk menyemarakkan event ini, Yanes mengatakan pihak panitia juga menampilkan beragam permainan tradisionil, sekaligus workshop membahas persoalan ulus di tanah air, khususnya ulos Batak.

“Simposium tenun nusantara yang menghadirkan sejumlah narasumber akan memaparkan sisi demi sisi dunia tenun kepada peserta. Hal ini dilakukan agar menularkan optimisme kegiatan tenun bagi generasi bangsa,” katanya.

Selain itu, juga diselenggarakan ‘booth camp’ bagi penenun. Sejumlah narasumber akan memberikan pelatihan mulai dari filosofi tenun hingga teknik pewarnaan. Dalam kegiatan ini, sedikitnya 200 penenun akan hadir di Pulau Sibandang Muara.

Sedangkan pesta budaya rakyat ‘ulaon matumona’ akan diisi beragam acara seperti pesta ‘naposo’ (pesta muda-mudi), ‘mangalahat horbo’ (ritual penyembelihan kerbau), dan sejumlah kegiatan lainnya juga akan dilaksanakan di Muara. Dan, penghujung acara akan dimeriahkan fashion show berbahan ulos.

Sementara itu. Edward hutabarat desainer kelahiran Tarutung ikut memeriahkan FTN 2018. Kali ini, Edward akan menampilkan busana ‘spring and summer’ 2019, berbahan kain tenun ulos dalam pagelaran fesyen pada rangkaian kegiatan festival tenun nusantara 2018 Tapanuli Utara.

Menurutnya, kekayaan budaya dan kain tenun nusantara yang didalami selama 20 tahun berkeliling dunia memberikannya sebuah kesimpulan bahwa Indonesia adalah ‘The masterpiece of God’ dimana ulos merupakan tenun terbaik dunia, yang diketahuinya melalui pengamatan kualitas tenunan dengan menggunakan ‘loop’ yang dinilainya paling canggih. “Tenun terbaik dunia itu ada di Taput, tidak dimana- mana, di sini, ‘the best tenun from all over the world’,” katanya.(amri/mm)

Comment