HUT Korpri, Tenaga Honorer Simalungun Minta Polisi Tangkap JR Saragih

Medanmerdeka.com - Peringatan HUT Korpri ke-47, di Medan diwarnai dengan aksi seratusan tenaga honorer Pemkab Simalungun di Mapolda Sumatera Utara, Kamis (29/11/2018).

Massa yang mengatasnamakan Forum Honorer Simalungun Berjuang (FHSB) ini terdiri dari pegawai kesehatan, kedinasan hingga guru sekolah menuntut Polda Sumut menangkap sang Bupati Jopinus Ramli (JR) Saragih yang tersangkut dalam kasus dugaan penggunaan ijazah palsu saat mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur Sumut pada Pilkada yang lalu. Pasalnya massa menilai  kini kasus itu belum menemui titik terang."Kami tidak mau dipimpin bupati tersangka," teriak massa.

Koordinator aksi Ganda Armando Silalahi mengungkapkan, JR Saragih juga melakukan kesewenangan terhadap tenaga honorer. Nasib honorer sangat buruk. Gajinya disunat 50 persen. Dari yang awal Rp2 juta kini menjadi Rp1 juta."Ini sudah berjalan enam bulan terakhir," Katanya disela aksi.

Kata massa, ini bentuk penindasan yang dilakukan JR Saragih. Sudah lima kali mereka menggelar aksi. Tapi jawaban yang diberikan juga tidak masuk akal."Katanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mencapai target," ungkapnya.

Sudah gajinya dipotong, para pegawai juga dipungut biaya yang tidak jelas peruntukannya (Pungli). Setiap tahunnya mereka harus menyetor kepada kedinasan mulai dari Rp15 juta sampai Rp20 juta. "Katanya untuk perpanjangan kontrak," ujarnya.

Ada ribuan honorer yang bernasib sama seperti mereka. Mereka berharap sang Bupati bisa ditangkap. Sehingga ada perubahan lebih baik di Simalungun.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi mengenai aksi ini mengaku telah menerima aspirasi dari para pengunjuk rasa tersebut."Tuntutan massa sudah kita terima dan selanjutnya akan dipelajari," jelasnya.(ir/mm)

Penulis:

Baca Juga