Penahan Suami dan Mertuanya Tak Sesuai SOP

Ibu Hamil Laporkan Penyidik Polsek Sunggal ke Propam Polda Sumut

MEDAN - Seorang ibu hamil, Yati (26) didampingi kuasa hukumnya Jhon Feryanto Sipayung mengadukan penyidik Polsek Medan Sunggal ke Propam Polda Sumut, Senin (25/1/2021).

Istri dari Afriandi Sanjaya Sijabat (27), warga Jalan Sei Padang, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, tersebut menilai penetapan suaminya sebagai tersangka dan ditahan dinilai telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri.

"Saya kemari untuk menuntut keadilan. Saya dalam kondisi hamil, tapi suami saya di tahan di Mapolsek Sunggal atas tuduhan penganiayaan. Bantu saya Pak Presiden, Pak Kapolda....suami saya itu tulang punggung kami," kata Yati, menahan tangis.

Hal ini juga diungkapkan kuasa hukum Jhon Feryanto SIpayung. Penangkapan dan penetapan tersangka kliennya, Afriandi Sanjaya Sijabat yang sehari-hari berdagang kelapa di pasar Tanjung Rejo tidak sesuai SOP. "Klien saya ditangkap tanpa ada surat panggilan dan pemeriksaan terlebih dahulu," pungkas.

Oleh karena itu, sambung Jhon, pihaknya bersama istri kliennya datang untuk meminta keadilan ke Propam Polda atas tindakan oknum penyidik Polsekta Medan Sunggal menahan dan menetapkan Afriandi Sanjaya Sijabat sebagai tersangka.

Dipaparkan Jhon, kliennya Afriandi Sanjata Sijabat ditangkap pada saat di kiosnya Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, berdasarkan LP No : LP/B/271/VII/2021/SPKT/Polsek Sunggal, tanggal 23 Juli 2021, atas dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) Jo 351 ayat (1) Kuh-pidana yang terjadi, pada Kamis (22/7/2021) siang di tempat usahanya.

Menariknya, sambung Jhon, setelah menjalani pemeriksaan klinenya langsung ditahan berdasarkan BAP tanggal 8 Agustus 2021. Padahal, klinennya tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Kami berharap kepada Kapolri, dan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ.Panca Putra agar memberikan atensi atas kesalahan SOP yang dilakukan anggota, sebab hal ini akan mencoreng institusi Polri," tegasnya.

Disamping melaporkan hal ini ke Propam Polda Sumut, Yati dan kuasa hukumnya mengadukan kasus ini ke Kapolri, Kompolnas, Mekompolhukam, Ombudsman RI.

"Kami sangat menyayangkan tindakan arogansi personel Polsek Sunggal yang menangkap dan menahan seseorang dengan dugaan melawan hukum dalam hal ini tidak sesuai degan KUHAP dan Peraturan Kapolri. Yang menjadi pertanyaan , apakah Wewenang Polsek sunggal lebih tinggi dari Kapolri ? Apakah Polda Sumut khususnya Polsek Sunggal mempunyai aturan tersendiri ?" pungkas kuasa hukum Jhon.

Dalam kasus ini, selain Afriandi Sanjata Sijabat (27), petugas juga menahan bapak kandungnnya Jhon Luther Sijabat (60). Padahal, keduanya merupakan korban penganiayaan. Kasus ini berawal perselisihan antar pedagang di pasar Tanjung Rejo.