Ngeri! 1.934 Orang di Iran Tewas Karena COVID-19

Foto: AP Photo

TEHERAN - Pejabat senior Iran menolak bantuan dari "pasukan asing" untuk menghadapi wabah virus corona. Penolakan ini disampaikan setelah NGO medis yang berbasis di Prancis menawarkan bantuan untuk Iran di saat nyaris 2 ribu orang meninggal akibat virus corona (Covid-19).

"Dikarenakan mobilisasi nasional Iran terhadap virus dan penggunaan penuh kapasitas medis militer, maka saat ini tidak perlu adanya tempat-tempat tidur rumah sakit yang didirikan oleh pasukan asing, dan kehadiran mereka ditolak," kata Alireza Vahabzadeh, penasihat Menteri Kesehatan Iran dalam cuitan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, Doctors Without Borders (MSF) yang berbasis di Prancis, menyatakan bahwa mereka berencana mengirimkan tim beranggotakan sembilan orang dan peralatan untuk mendirikan sebuah rumah sakit dengan 50 tempat tidur.

Hal tersebut menuai penolakan dari lingkaran ultra-konservatif di Iran yang menuduh staf MSF sebagai "mata-mata".

Dalam sebuah statemen, MSF menyatakan pihaknya telah mendapatkan izin yang diperlukan dari otoritas Iran untuk mendirikan fasilitas rumah sakit tersebut. MSF pun menyampaikan "ketidakpahaman" atas penolakan tawaran bantuan tersebut.

Sejauh ini, Iran telah melaporkan bahwa sebanyak 24.811 orang diketahui terinfeksi virus corona. Adapun jumlah total kematian telah mencapai 1.934 jiwa. Ini menjadikan Iran sebagai salah satu negara yang paling terdampak pandemi virus corona.

Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi keempat di dunia akibat virus corona, setelah Italia, China dan Spanyol.

Bahkan di Iran, satu warganya meninggal karena virus mematikan itu dalam setiap 12 menit.

Kepala Pusat Informasi dan Relasi Publik Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran, Kianush Jahanpur, mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini, jumlah kasus virus corona telah menunjukkan tren meningkat di ibu kota Teheran dan sejumlah provinsi di Iran.

Jahanpour mengatakan pada Selasa (24/3) waktu setempat, bahwa sebanyak 1.762 kasus baru telah terkonfirmasi dalam waktu 24 jam terakhir. Sejauh ini, sebanyak 24.811 orang di Iran diketahui telah terinfeksi virus corona.

Dia mengumumkan adanya 122 kematian baru akibat coronavirus, sehingga kini jumlah total kematian telah mencapai 1.934 jiwa. Ini menjadikan Iran sebagai salah satu negara yang paling terdampak pandemi virus corona.

Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi keempat di dunia akibat virus corona, setelah Italia, China dan Spanyol. Namun tidak seperti negara-negara tersebut, Iran hingga kini belum memberlakukan lockdown terhadap warga negaranya.

Bahkan sebaliknya, negeri itu kini tengah menikmati libur Tahun Baru Persia ketika jalan-jalan di negara tersebut dipenuhi orang-orang yang mengunjungi sanak keluarga.

Meskipun otoritas Iran telah menyerukan warga untuk tidak keluar rumah, namun banyak orang tetap memenuhi jalan-jalan seperti biasa.

Komentar

Loading...