Pasca Pengakuan Yerussalem, Bentrokan & Aksi Protes Berlanjut

Medanmerdeka.com -Aksi protes yang berujung kerusuhan telah pecah untuk hari keempat di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Aksi protes ini menyusul keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Demonstrasi pada hari Sabtu teradi ketika pemimpin Palestina bertemu di Ramallah untuk menguatkan tanggapan terhadap langkah kontroversial Presiden AS Donald Trump.

Sementara di Yerusalem Timur, pasukan Israel menyerang dan menembakkan granat setrum dan gas air mata ke arah ratusan demonstran damai di Salah Eddin.

Sedikitnya 13 warga Palestina ditahan dan 12 lainnya cedera saat pasukan Israel mendorong dan memukul demonstran di lokasi kejadian. Di antara yang ditahan adalah Jihad Abu Zneid, anggota Dewan Legislatif Palestina seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (10/12/2017).

Sebelum penangkapannya, Abu Zneid mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstran tidak pernah menyerah. "Ini negara kami dan kami akan menyelamatkannya. Kami akan menyelamatkan ibu kota dan kedaulatan kita di Yerusalem sini," katanya.

Serangkaian konfrontasi meletus dalam aksi demonstrasi di Yerusalem Timur setelah pasukan keamanan Israel memblokir sekelompok kecil demonstran. Saat kerumunan orang berkumpul di pinggir jalan, polisi mengirim petugas menunggang kuda untuk memecah kerumunan, menimbulkan kemarahan dan kepanikan yang meluas.

Pasukan Israel juga menutup sebagian besar toko di Salah Eddin dan menyita bendera dan poster Palestina dari para demonstran.

Di tempat lain, pemakaman diadakan di Gaza untuk dua pejuang Hamas dan dua demonstran yang tewas akibat serangan udara tentara Israel dan tembakan langsung, Jumat lalu.

Di tepi Kota Gaza, yang dekat dengan perbatasan Israel, bentrokan berlanjut pada Sabtu namun mereka tidak sekuat hari Jumat - satu hari libur bagi mereka yang bekerja di wilayah yang dikepung.

Seratusan demonstran melemparkan batu ke pasukan keamanan Israel yang berada di sisi lain pagar perbatasan. Pasukan Israel meresponsnya dengan tembakan langsung.

Di wilayah Selatan, di Khan Younis, kerumunan yang sedikit lebih besar dari sekitar 200 demonstran juga bentrok dengan pasukan Israel yang membalasnya dengan gas air mata ke warga Palestina.

Data dari Bulan Sabit Merah, sedikitnya sudah merawat 800 warga korban luka di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.(bersambung ke hal 2)

Selanjutnya 1 2