Jika Pukat Trawl Tidak Ditindak, Nelayan Bersatu Turun ke Laut

BELAWAN - Nelayan skala kecil yang tergabung dalam Nelayan Tradisional Bersatu Sumatera Utara akan turun ke laut, jika penegak hukum belum juga menindak kapal trawl, trawl gandeng dua, bouke ami dan purse seine teri.

Sikap tegas ini diungkapkan Ahmad Jafar, koordinator Nelayan Tradisional Bersatu Sumatera Utara kepada medanmerdeka.com, Senin (11/11/2019) siang di Belawan.

Ahmad Jafar mengatakan untuk menindak lanjuti surat pernyataan Kepala Stasiun PSDKP tertanggal 6 November 2019, dan surat Plt Kepala PPS Belawan nomor : 5533/PPSB.C/P1.210/XI/2019, tanggal 6 November 2019, maka nelayan Tradisional Bersatu Sumatera Utara berencana akan turun kelaut untuk melihat sekaligus mendokumentasikan kapal-kapal ikan yang mengunakan alat tangkap tidak sesuai dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Dalam waktu dekat Nelayan Tradisional Bersatu Sumatera Utara akan memantau di Pelabuhan Perikanan dan dilaut, apakah pukat trawl dan kapal ikan mengunakan alat tangkap ikan yang dilarang masih beroprasi atau tidak," tegas Ahmad Jafar.

Dimana kata Ahmad Jafar, dalam surat pernyataan Kepala Stasiun PSDKP Belawan disebutkan mereka akan melakukan penindakan terhadap kapal penangkap ikan jenis trawl, baik yang sedang beroprasi di laut ataupun bersandar di PPS Belawan dan tidak mengeluarkan surat laik oprasional (SLO) bagi kapal-kapal ikan yang mengunakan alat tangkap yang di larang.

Dikatankan Ahmad Jafar, sebelum melaksanakan pemantauan dilaut maupun di Pelabuhan Perikanan, Nelayan Tradisional Bersatu Sumatera Utara terlebih dahulu membuat surat pemberitahuan kepada pihak keamanan,untuk menjaga hal-hal yang tidak diingkan.

Hingga saat ini lanjut Ahmad Jafar, nelayan tradisional belum mendapat info kalau petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan menindak kapal trawl dan kapal ikan mengunakan alat tangkap yang di larang.

"Sampai saat ini kita belum mendapat info adanya kapal trawl, trawl gandeng dua, bouke ami dan purse seine teri yang diamankan aparat penegak hukum," ujar Ahmad Jafar.

Komentar

Loading...