Kak Ros, Bertarung Hidup di Kota Sidimpuan Bersinar

Sore itu Ros Amaliah (44) , warga kurang mampu di Kota Padangsidimpuan, yang luput dari perhatian pemerintah daerah. (Foto: MEDANmerdeka/Amir)

Sore itu Ros Amaliah (44) sedangg menggendong balita anak tetangga yang sehari2 diasuhnya. Sesekali perempuan berkerudung ini tampak melayani anak-anak yang membeli jajanan di warung sekaligus tempat tinggalnya  di Gang Rajawali, Lk II, Kelurahan Padangmatinggi, Padangsidimpuan Selatan.

“Silahkan masuk pak, tapi duduknya dimana aja bisa ya,” katanya kepada Amir Hamzah dari medanmerdeka.com, Jumat (7/2/2020) yang menyambanginya.

Di rumah sederhana berukuran 2x4 meter, Ros Amaliah tinggal bersama dua anaknya Ruri Mei Sahara Nasution (14) SMP Kelas VIII dan Arkan Maulana (11) SD Kelas V.

Sejak ditinggal pergi suaminya, Ros Amaliah menjadi tulang punggung keluarganya, selain berjualan jajanan yang sehari berpenghasilan Rp10 ribu, dia terpaksa mencari tambahan mengasuh anak tetangga. “Ya beginilah saya. Kalau banyak yang beli jajanan, uangnya bisa beli beras  satu mok untuk makan anak-anak,” kata Ros, dengan tatapan mata kosong.

Tak terasa suara perempuan ini mulai parah, menahan sedih. “Walaupun berat, Insyah Allah semua bisa saya hadapi untuk menyekolahkan anak-anak. Semua saya kerjakan asalkan rezeki itu halal di mata Allah SWT,” ujarnya.

Walaupun begitu, perempuan berkulit sawo matang ini tak pernah menyerah. Soal bantuan dan perhatian pemerintah Pemkot Padangsidimpuan hingga kini baru sebatas catat mencatat tanpa realiasi.

“Mau itu bantuan UMKM ataupun bantuan pemberdayaan perempuan saya tidak pernah ada,” katanya.

Termasuk juga soal bantuan beras raskin, BPJS Kesehatan, hingga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga kini tak pernah tersentuh keluarganya.

“Kemarin anak saya sakit kulit dan harus berobat semua kena Rp400 ribu, terpaksa saya cari utangan,” beber Ros. Bahkan, dirinya mengaku sudah berkali-kali di data oleh kepala lingkungan, namun semua hanya pendataan tak pernah terealisasi.

Ros berharap, pemerintah jangan hanya janji politik namun harus memperhatikan masyarakat di bawah. “Jangan biarkan kami seperti ini. Sebagai pemerintah, seharusnya peduli dengan masyarakatnya. Kami ingin anak-anak kami sehat dan bersekolah seperti anak-anak lain,” ujar Ros, yang mengaku simpatisan Wali Kota Irsan Efendi Nasution pada Pilkada lalu.

Sejak tak ada perubahan terhadap ekonomi keluarganya, kini Ros Amaliah tak lagi mau mengenak janji-jani politik Bersinar. "Sudahlah, kalau di ingat2 janji mereka malah tambah buat sakit hati," pungkasnya.

Komentar

Loading...