Kapolres AKBP Juliani Sangkal Tuduhan IPW, Silahkan Buktikan…

Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

SIDIMPUAN – AKBP Juliani Prihartini akhirnya buka suara terkait pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, yang menyebutkan oknum polisi Polres Padangsidimpuan meminta jatah atau fee proyek 10 hingga 15 persen kepada kepala dinas.

"Kalau memang tuduhan oknum yang disebutkan itu dialamatkan kepada diri saya yang minta proyek atau fee, silahakan buktikan.Saya siap untuk diklarifikasi,” tegas Kapolres AKBP Juliani, Sabtu kemarin. BACA JUGA: Personel Polres Batubara Tewas Kecelakaan Tadi Pagi

Termasuk juga soal meninggalnya salah seorang istri Kepala Dinas (Kadis) yang disebutkan Neta S Pane disebabkan karena suaminya diperiksa polisi. Sebaiknya, sambung Kapolres persoalan ini bisa diklarifikasi ke Gugus Tugas Satgas COVID-19, sebab almarhum sebelumnya terkonfirmasi positif dan sudah dikebumikan sesuai protokol kesehatan.

“Sebaiknya mereka konfirmasi ke kepala dinas yang dikatakan dimintai fee proyek dan kepala dinas yang istrinya meninggal, termasuk Satgas COVID-19. Kalau ada proyeknya sebutkan di dinas mana, biar semua jelas dan transparan,” tegasnya Juliani.

Namun begitu, sambung Juliani, keterangan Neta S Pane, menjadi koreksi bagi jajarannya. Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan di internal kepolisian. BACA JUGA : Gudang Penyimpanan Tabung Gas Terbakar, Ibu, Anak dan Mertua Tewas Terpanggang

“Informasi ini masih kita pelajar dan penyelidikan di internal,” kata AKBP Juliani, disela-sela pembagian masker gratis memutus mata rantai pandemic COVID-19 di Kota Padangsidimpuan.

Penggiat sosial Kota Padangsidimpuan Timbul Simanungkalit berpendapat ada langkah hukum terkait tudingan tersebut agar ke depannya tidak ada lagi tudingan yang tak berdasar.

"Ini semua karena kecintaan kepada Polri, agar jangan ada orang yang seenaknya saja membuat tuduhan seperti itu. Apa karena seorang Neta Pane, maka tidak ada tindakan. Haus IPW melakukan klarifikasi sebelum membuat pernyataan," tegas Timbul.