Kasat Narkoba Polres Batubara Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kasatreskrim Narkoba Polres Batubara, AKP Hendri David Bintang Tobing dalam pertemuan tatap muka bersama insan Pers di Limapuluh, Selasa (10/12/2019). (Foto/MEDANmerdeka/Zein)

BATUBARA – Pemberantasan narkotika dibutuhkan sinergitas semua stakeholder dan elemen masyarakat, termasuk peranan media massa. Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Narkoba Polres Batubara, AKP Hendri David Bintang Tobing dalam pertemuan tatap muka bersama insane Pers di Limapuluh, Selasa (10/12/2019).

Selain Kasat Narkoba tampak hadir KBO Sat Res Narkoba Iptu Yahman dan seluruh Kanit di Sat Res Narkoba Polres Batubara. “Pertemuan ini selain untuk bersilaturahmi juga mempererat sinergitas Polri dengan Pers dalam memberantas narkoba yang sudah menjadi musuh kita bersama,” pungkas AKP Hendri.

Ke depan, sambung Hendri silaturahmi ini akan dijadwalkan setiap bulan dalam rangkaian sinergitas dan sharing seputar pemberantasan narkoba serta sosialisasi bahaya narkoba di kalangan generasi muda Batubara. Bahkan, seiring perkembangan zaman, jaringan narkoba sudah menyasar kalangan anak di bawah umur.

Untuk penanganan anak di bawah umur tentunya dibutuhkan penanganan khusus, yang melibatkan lembaga perlindungan anak. Selain itu, insan Pers juga harus mematuhi undang-undang jurnalistik dan undang-undang perlindungan anak dalam mempublikasi, baik identitas, alamat maupun poto terduga. “Sinergitas ini yang kita bangun demi majunya penanganan hukum di Batubara,” ujarnya Hendri.

Wartawan senior Batubara, Guntur Sinaga mengapresiasi pertemuan yang dilakukan Kasat Narkoba. Sejalan dengan kebebasan Pers, Gunutur menyarankan Polri untuk terbuka dalam hal penangkapan dan pemberantasan narkoba, sehingga informasi yang disampaikan ke public tidak simpang siur.

Hal senada juga diungkap Ketua KPAID Batubara, Ebson A Pasaribu. Dia menyarankan agar terduga narkoba anak di bawah umur tidak dilakukan proses hukum.

Kasat Narkoba sependapat, namun tentunya mengacu kepada bukti di lapangan, hanya saja dibutuhkan penanganan khusus sesuai undang-undang anak, sekaligus dilakukan pembinaan dengan melibatkan para orang tua.

Komentar

Loading...