Kasus Curanmor Milik Tetangga, Polsek Labuhan Ruku Ringkus Pelaku Kedua

Tersangka curanmor, M.Ilham alias Intan (22) dan Wahyudi Putra (23), meringkuk dijeruji besi Polsek Labuhan Ruku, Batubara. (Foto/Ist)

BATUBARA – Kasus pencurian sepeda motor tetangga yang melibatkan tersangka M.Ilham alias Intan (22) terus disidik Polres Labuhan Ruku, Batubara. Dari hasil pengembangan tersangk utama, kepolisian menangkap pelaku kedua, Wahyudi Putra (23), warga Dusun Tapai, Desa Dahari Selebar.

Tersangka Wahyu ditangkap Rabu malam di salah satu tambak udang di Dusun V, Desa Dahari Selebar. “Tersangka kita tangkap berdasarkan keterangan pelaku utama ketika bersembunyi di kawasan tambak udang,” kata Kapolsek Labuhan Ruku, AKP M.Iskad, Kamis (26/11/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya kasus ini berawal dari laporan Andi Syahputra (32) warga Dusun V, Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi. Ketika itu, Selasa (24/11/2020) pukul 06.00 WIB, Andi sedang berada di rumah mertuanya di Dusun II, Desa Dahari Selebar.

Ketika itu, mertuanya Adren memberitahukan bahwa sepeda motor BK 5168 QV, milik neneknya Aisyah hilang di maling di dalam rumah. Andi lalu bergegas ke rumah neneknya. Setibanya di rumah, Andi memperhatikan maling masuk melalui jendela dapur yang sudah dirusak.

Kemudian Andi memperhatikan jejak roda sepeda motor yang dibawak keluar dari pintu dapur, lalu mengarah ke dapur rumah pelaku.

Andi tak mau ceroboh. Saat itu juga dia memanggil kepala desa (kades), untuk menyaksikan sekaligus mencari pelaku di rumahnya. Namun yang dicari tidak berada di rumah.

Menurut warga, pelaku berada di rumah saudaranya di Dusun VIII, Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh. Yang dicari tak ketemu, namun keluarganya mengakui jika pelaku datang mengendarai sepeda motor sebagaimana yang dicari.

Satreskrim Polsek Labuhan Ruku yang menerima laporan korban langsung bergerak memburu pelaku. Rabu (25/11/2020) tepat pukul 12.00 WIB, tersangka Intan berhasil dibekuk ketika nongkrong di depan rumanya.

Kapolsek Labuhan Ruku AKP Mhd Iskad yang dikonfirmasi membenarkan tersangka Intan ditangkap. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui pencurian dilakukan bersama rekannya Wahyu Putra dan sudah menjual sepeda motor kepada seorang penadah yang identitasnya sudah diketahui.

Hasil penjualan sepeda motor sebagian dibelikan celana panjang, jaket warga merah dan sebagian dibuat poya-poya. “Keterangan tersangka masih kita dalami lagi, termasuk mencari barang bukti sepeda motor yang dijual kepada seseorang di Kota Medan,” jelasnya.