oleh

Kasus Dzone Karaoke, Polisi Dalami Adanya Dugaan Perdagangan Manusia

Medanmerdeka.com – Kasus penutupan hiburan malam Dzone Karaoke di Jalan SM Raja, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, oleh Polres Kota Padangsidimpuan berbuntut panjang.

Selain tidak memiliki izin keramaian, polisi mendalami adanya dugaan perdanganan manusia dengan memeriksa dan mendalami keterangan lima orang saksi yang juga korban.

Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya mengatakan, ke lima orang saksi tersebut sudah dilakukan pemeriksaan guna menindaklanjuti penyelidikan terhadap penyegelan Dzone Karaoke yang dilakukan oleh pihak kepolisian.”5 Orang sudah diperiksa guna menindaklanjuti kasus itu,”ujarnya kepada wartawan ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil seluruh karyawan Dzone Karaoke,  guna mengungkap fakta.”Setelah itu, kami akan panggil karyawan dan manajemennya,”tutur Kapolres.

Ketika ditanya kapan pemanggilan terhadap pemilik, Hilman mengungkapkan, pihak kepolisian akan memanggil, namun, setelah selesai pemanggilan terhadap semuanya.

“Terakhir nanti, pemilik akan kita panggil,”tandasnya. Sementara itu, KBO Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan Iptu Irsan menjelaskan,  ke-lima orang yang sudah diperiksa tersebut kuat dugaan menjadi korban perdagangan orang.

Apabila terbukti nanti, pihaknya akan langsung melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.”Ada dugaan, ke-5 orang ini menjadi korban tindak pidana perdagangan orangn(TPPO),”ujarnya.

Menurutnya, ke-lima orang korban itu merupakan backing vocal (BV)  para tamu yang datang ke Dzone Karaoke.

“Kuat dugaan, BV ini  harus menyetor sejumlah uang kepada kasir setelah mendapatkan tips dari tamunya masing masing,”tandasnya.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed