Kasus “Mobil Bergoyang” Dua Sejoli Sampaikan Permohonan Maaf ke Nazir dan Warga Kota Sidimpuan

Selepas dimediasi, dua sejoli menyatakan permohonaan maaf ke nazir masjid dan warga Kota Padangsidimpuan. (Foto:MEDANmerdek/Amir)

SIDIMPUAN – Dua sejolo “Mobil Bergoyang” yang menggegerkan jamaah masjid AL-Abror Kota Padangsidimpuan, menyatakan permohonan maaf kepada pengurus masjid serta warga Kota Padangsidimpuan.

"Kami meminta maaf kepada badan kemakmuran masjid Al-Abror Sidimpuan, khususnya masyarakat Kota Padangsidimpuan, karna kami sempat membuat heboh dan gaduh. Kami berjanji tidak akan mengulanginya kembali, kalau kami mengulanginya kami siap di tuntut sesuai undan-undangyang berlaku,” kata RA (21) dan teman wanitanya PR (21), Selasa (29/9/2020).

Selain menyampaikan permohonan maaf, kedua remaja ini juga membuat surat perjanjian di atas materai Rp6000, yang menyatakan siap dituntut jika melakukan hal serupa.

Disela-sela pertemuan, kepada wartawan kedua remaja ini mengaku tidak berbuat “sesuatu” di dalam mobil yang parkir di areal masjid. Namun kedua remaja yang dimabuk asmara ini mengakui jika perbuatannya salah berduan di dalam mobil, apalagi di area rumah ibadah.

Orang tua pria berinsial BD juga mengucapkan permohoanan maaf kepada semua pihak atas sikap putranya yang membuat warga gaduh.

“Secara pribadi saya sebagai orang tua memohon maaf kepada masyarakat, tokoh agama dan pihak kepolisian,karna akibat ulah anak kami membuat suasana gaduh di sidimpuan, jujur kami sudah berupaya mendidik anak kami agar menjadi orang yang baik," ujarnya.

Sebelumnya, kedua remaja ini diamankan pihak Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan. Kasat Reskrim AKP Bambang Harianto melakukan mediasi, memanggil tokoh agama, pemuka masyarakat, nazir masjid serta pihak kelurahan.

Dari pertemuan ini, maka dilakukan kesimpulan serta kedua remaja ini mengakui kesalahan dan membuat perjanjian tertulis, di hadapan orang tua dan sejumlah saksi yang hadir.