Poldasu amankan 98 Napi yang kabur

Kerusuhan Lapas Narkotika Langkat Dipicu Razia Narkoba

Petugas Pemadam Kebakaran memadamkan kobaran api yang menghanguskan salah satu blok napi Narkotika Lapas Kelas III, Hinai, Langkat, Sumatera Utara.(Foto/MEDANmerdeka)
Petugas Pemadam Kebakaran memadamkan kobaran api yang menghanguskan salah satu blok napi Narkotika Lapas Kelas III, Hinai, Langkat, Sumatera Utara.(Foto/MEDANmerdeka)

MEDAN - Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara Dewa Putu Gede mengatakan kerusuhan yang terjadi di Lapas Kelas III Narkotika Hinai, Langkat dipicu razia narkoba oleh petugas sipir.

Narapidana yang tidak terima dengan razia yang dilakukan di salah satu blok dalam Lapas langsung mengejar secara beramai-ramai. Selain mengejar petugas, para napi juga langsung melakukan pembakaran.

"Yang jelas terjadi tadi siang karena ada penangkapan narkoba di salah satu blok, oleh petugas, begitu. Begitu barang itu diambil, terjadilah perlawanan dari dalam langsung. Dan ada kelihatan bakar-bakar," kata Dewa Putu Gede, Kamis (16/5/2019).

Untuk saat ini, pihak mengimbau kepada Lembaga Pemasyarakatan lain melalui surat edaran untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa. Salah satu poinnya adalah tidak melakukan kekerasan terhadap narapidana.

"Saya sudah mengeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan kekerasan. Kemudian kalau ada narkoba jangan melakukan gerakan sendiri, melainkan berkoordinasi dengan polisi dan badan narkotika,"  ungkapnya.

Hingga saat ini situasi di Lapas Narkotika Klas III Langkat sudah terkendali. Diperkirakan ada sebanyak ratusan narapidana yang melarikan diri.

Pihak kepolisian baik Polda Sumatera Utara maupun Polres Langkat terus melakukan pengejaran dan sweeping terhadap para narapidana yang melarikan diri.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, sejauh ini sudah 98 orang napi ditangkap dari berbagai lokasi.

"Sementara kita koordinasi untuk data para napi yang melarikan diri. Laporan anggota di lapangan, 98 sudah ditangkap," kata Agus, Kamis malam.

Jenderal polisi bintang dua ini menyatakan, dirinya sudah memerintahkan kepada anggota untuk melakukan razia di titik yang berpotensi sebagai jalur untuk kaburnya para tahanan tersebut, seperti di perbatasan Sumut.

Penulis:

Baca Juga