oleh

Komisi III DPRD Gelar RDP Kematian Adam Pasien RSUD Sidimpuan

Medanmerdeka.com – Komisi III DPRD Kota Sidimpuan menggelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) terkait kematian Adam Saputra, pasien RSUD Kota Padangsidimpuan. Dalam pertemuan, Selasa (14/8/2018) terungkap ternyata tiga hari pasca operasi perut remaja ini membusuk mengeluarkan darah dan nanah.

RDP bersama Komisi III DPRD dihadiri Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Kota Padangsidimpuan, termasuk kehadiran Bidasari (36) ibu dari alm Adam Saputra menceritakan kisanya di hapadan peserta RDP.

“Tiga hari setelah anak saya dioperasi, sudah keluar darah dan nanah dari bekas operasinya itu,”ujarnya. Melihat kondisi tersebut, Bidasari berusaha menanyakannya kepada dokter yang menangani penyakit  siswa kelas 3 SMP itu.”Saat saya tanya, dokter menjelaskan bahwa hal itu biasa terjadi,”tuturnya di hadapan Direktur RSUD Padangsidimpuan, dr Lela.

Kondisi penyakit Adam semakin parah, karena dia selalu mengeluhkan rasa sakit yang ada diluka bekas operasinya. Diceritakannya, Adam menjalani perawatan selama1 bulan di rumah sakit kebanggaan warga Padangsidimpuan.”Satu minggu sebelum lebaran, kami disarankan dokter untuk pulang sembari berobat jalan,”imbuhnya. Selanjutnya, pihak keluarga membawa Adam pulang ke rumah dan hanya berobat jalan.

Sebelum menjalani operasi di RSUD Padangsidimpuan, Adam terlebih dahulu dirawat di RSU TNI Kota Padangsidimpuan. Dari rumah sakit itu, Adam langsung dirujuk ke RSUD Padangsidimpuan.

Sementara itu, dokter Fauzi Fahmi menjelaskan, pada hari kedua setelah Adam masuk ke rumah sakit, pihaknya langsung melakukan tindakan operasi pengangkatan usus buntu.

Pada 13 Mei 2018, tepatnya pada hari ke tiga pasca operasi, dijumpai darah dan nanah pada luka bekas operasi.”Saat itu, kami lakukan pengobatan seperti biasa,”ujarnya di hadapan anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan seperti, Timbul Simanungkalit, Khoiruddin Nasution, Erwin Sinaga dan Andi.

Pada  14 Mei 2018, tepatnya pada hari ke lima pasca operasi, dijumpai tubuh korban terutama pada mata Adam menguning, ironisnya, saat itu jumlah darah dan nanah juga semakin bertambah.

Dengan kondisi tersebut menurut Fauzi, ternyata tindakan operasi tidak membantu mengurangi infeksi pada Adam, bahkan, pada hari kelima pasca operasi, infeksi sudah menjalar ke hati Adam.”Selanjutnya, pada 14 Mei, kami menyarankan kepada pihak keluarga agar Adam dirujuk, namun dengan segala keterbasan yang ada, keluarga Adam menolaknya,”imbuhnya.

Anggota Komisi III Timbul Simanungkalit mengatakan, tujuan dari RDP ini agar mengungkap fakta yang terjadi atas kematian Adam, yang meninggal dunia pasca operasi di RSUD Padangsidimpuan. Menurutnya, selama ini informasi tentang penyebab kematian Adam ramai dibicarakan, karena peristiwa ini sudah menjadi buah bibir di Padangsidimpuan.”Agar tidak terjadi fitnah, makanya dibuat RDP,”ujarnya.

Pernyataan yang sama juga datang dari Khoiruddin Nasution. Menurutnya, hasil RDP tersebut diputuskan melalui rapat komisi dan tidak bisa diputuskan pada saat RDP.”Hasil dari RDP ini akan dibahas lagi di komisi, setelah itu kami akan sampaikan hasilnya,”tandas politisi asal Partai Demokrat itu.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed