KPK Soroti “Siswa Siluman” di Medan

MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyoroti temuan 252 “Siswa Siluman” yang masuk ke beberapa SMU Negeri di Medan secara ilegal. Mereka masuk ke sekolah-sekolah tersebut tanpa melalui program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 yang dilakukan secara online.

Sorotan datang dari Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Saut Situmorang. mengatakan temuan itu menjadi bukti adanya pelanggaran sangat serius yang harus segera diungkapkan dan ditindak tegas.

Hal itu dikatakan Saut di depan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung dan Kadisdik Sumut Arysad Lubis, dalam cara seminar kehumasan yang dilaksananakan oleh KPK di Hotel Four Point Medan, Kamis (7/9/2017). “Ini pelanggaran serius yang harus ditindak tegas Pak Kadis Pendidikan. Ini tidak boleh dibiarkan, karena dampaknya akan sangat besar ke depannya. Perlu ditegaskan kepada orang tua para siswa yang masuk secara ilegal itu, bahwa integritas itu lebih penting daripada lulus tapi menipu diri sendiri,”tegas Saut.

Saut menyebutkan, persoalan korupsi menjadi salah satu persoalan yang paling pelik di Sumatera Utara. Persoalan korupsi di Sumut pun telah menjadi salah satu prioritas KPK, yang dua komisionernya berasal dari Sumatera Utara. “Ada tanggungjawab besar bagi kami untuk menjadikan Sumut ini lebih baik. Bebas dari perilaku korupsi. Saya bahkan punya rencana membuat slogan Mari Membangun Indonesia dari Sumut. Tapi kalau mental-mental korupsi terus ditumbuhkan, apalagi lewat siswa didik, ini tentunya menjadi penghambat. Ini harus segera diberikan tindakan tegas,”tukasnya. (yu)