Membangun Citra APIP Melalui B3

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengalungkan bed peserta Bimtek Implementasi di lingkungan Inspektorat Sergai Tahun 2017 (foto:oke/mm)
Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengalungkan bed peserta Bimtek Implementasi di lingkungan Inspektorat Sergai Tahun 2017 (foto:oke/mm)

Medanmerdeka.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir.H.Soekirman membuka Bimtek Implementasi Peraturan Perundang-Undangan (UU) di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Sergai, di Grand Mutiara Hotel Berastagi Kabupaten Karo.

Kegiatan ini juga dihadiri Pengendali Teknis BPKP Perwakilan Provsu Holidawati dan Mitriani Manalu selaku narasumber, Inspektorat Sergai H.Ifdal beserta jajaran serta para peserta dari ASN di lingkungan Inspektorat Kabupaten Sergai.

Soekirman menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman pengawasan di lingkungan Inspektorat. Disampaikannya, bahwa mata dan telinga Bupati/Wabup adalah Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP), belum lagi lembaga-lembaga masyarakat yang menerima anggaran pemerintah baik yang bersifat hibah maupun bantuan.

Namun jumlahnya sangat minim dan bagaimana caranya agar dengan keterbatasan jumlah tersebut tupoksi Inspektorat dapat berjalan dan “naik kelas”.  Sambung Bupati bahwa dalam audit charter managemen ada 5 level dan kita telah masuk korsup KPK hingga akhir 2017 ini harus mencapai minimal pada level 2. "Saya sangat menyambut baik kegiatan ini terlebih dengan narasumber yang berkompeten dalam bidang pengawasan yaitu BPkP. Untuk memenuhi unsur Efekstifitas, efesien dan ekonomis kita harus terus belajar," paparnya.

Terdapat 3 (tiga) pola penting yang harus disampaikan yaitu poin 1, pola tindak Inspektorat, diajak para pengawas melihat suasana yang lebih global karena pengawasan bagian terpenting dari sebuah perencanaan. Saat ini masyarakat mengalami distrust (ketidakpercayaan) terhadap Pemerintah dan yang paling parah adalah ketidakpatuhan kepada peraturan.

Kemudian pola 2 adalah bagaimana menghadapi performance para pihak objek pemeriksaan. Untuk itu salah satu cara mencapai tujuan tersebut perlu dibangun relasi agar sistem kerja pemeriksaan tadi efektif dan efesien karena di OPD yang diperiksa juga ada pengawas internal OPD tersebut.

Sedangkan pola 3 adalah perubahan kelengkapan kerja atau sistem digitalisasi. Zaman ini sedang mengalami perubahan manajemen tata kelola Pemerintahan. Salah satu contoh saat ini saya memeriksa surat masuk hanya melalui ponsel serta mendisposisikan kepada OPD, dan hal tersebut dapat saya lakukan dimana saja.

Soekirman berpesan kepada seluruh SDM di Inspektorat harus masuk dalam dunia digital, termasuk ASN selalu mengikuti perkembangan kegiatan pembangunan pemerintah daerah salah satunya melalui e-government pada website utama Kabupaten Sergai yaitu http://www.serdangbedagaikab.go.id.

Program ini lebih memudahkan dan mencerdaskan kinerja aparat pemerintahan karena informasi perkembangan Pemerintahan terdapat pada media digital.

"Harapan ke depannya adalah kita dapat mencapai B3 (Baik, Bersih, dan Berwibawa) dalam membangun citra APIP karena hanya sapu yang bersih yang dapat membersihkan lantai, pungkas Bupati Soekirman.

Sebelumnya Inspektorat Sergai H. Ifdal, S.Sos, MAP dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kapabilitas APIP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Sergai serta meningkatkan wawasan APIP tentang audit barang dan jasa.(oke/mm)