Mengaku Dianiaya, PRT Polisikan Majikan

Medanmerdeka.com - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Kota Pematangsiantar,Serti Mariana Butarbutar,28,menjadi korban tindak kekerasan atau penganiayaan majikannya,dan melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolresta Pematangsiantar.

Ditemui sejumlah wartawan di rumahnya Jalan Sejahtera Kelurahan Asuhan,Kecamatan Siantar Timur, Serti mengungkapkan majikannya berinisial HS warga Jalan Viyata Yudha,Kota Pematangsiantar,sering melakukan tindak kekerasan dengan memukuli bagian tubuhnya,jika dinilai tidak benar melakukan pekerjaannya.

“Awal saya bekerja majikan saya baik,namun belakangan ini majikan saya sering marah dan bertindak kasar dengan memukuli saya dan menyekap di kamar mandi jika pekerjaaan saya dinilai tidak benar,”katanya.

Serti yang  sudah bekerja selama lebih kurang 2 tahun di rumah majikannya itu,mengaku mengalami tindak kekerasan dengan cara dipukul dan ditendang di bagian punggungnya,karena mendapat perlakukan kasar,dan hingga saat ini masih meninggalkan bekas memar.

Dia menambahkan selama ini menyembunyikan tindakan yang dilakukan oleh majikannya kepada ibunya yang sering menelpon menanyakan kabar,namun karena tidak tahan lagi akhirnya dia nekad kabur dari rumah majikannya,Minggu kemarin (25/2/2018)  ketika majikannya tidak di rumah.

Tindak kekerasan yang dialaminya,sudah dilaporkan Serti didampingi ibunya Nurmaida ke Mapolresta Pematangsiantar, Senin (26/2/2018) kemarin.

Kasubbag Humas Polresta Pematangsiantar, Iptu R Gultom terkait laporan Serti meminta waktu untuk mengeceknya.” Nanti saya tanya dulu apa laporannya sudah masuk atau belum,” sebut Gultom singkat.(davis/mm)