Eldin Kecewa, Pedestrian Jadi Lahan Parkir

Medanmerdeka.com - Wali Kota Medan H.T.Dzulmi Eldin mengaku kecewa atas kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, yang terkesan membiarkan jalur pedestrian menjadi lahan parkir kendaraan bermotor.

Hal ini disampaikan wali kota karena melihat masih banyak kenderaan bermotor, terutama roda empat yang parkir di sejumlah titik jalur pedestrian, seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, seputaran Lapangan Merdeka serta Jalan pengadilan.

“Saya kecewa dan heran, yang begini tidak ditindak dinas perhubungan. Jika ini dibiarkan maka akan menjadi lahan parkir baru. Pemko Medan membangun pedestrian ini untuk pejalan kaki,” tegasnya.

Ditegaskan Eldin, Dishub memiliki payung hukum untuk melakukan penindakan yakni Peraturan Wali Kota Medan No.70/2017 tentang Tata Cara Pemindahan/Penderekan, Penguncian/Penggembokan.

“Saya minta Dishub segera menindak tegas semua kenderaan bermotor yang parkir di jalur pedestrian. Jangan biarkan satu pun kenderaan bermotor parkir di jalur pedestrian, selain mengganggu kenyamanan para pejalan kaki, keberadaan kenderaan bermotor itu tentunya dapat merusak jalur pedesterian,” kata Wali Kota.

Pasca menyampaikan instruksi tersebut, Wali Kota pun menegaskan akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan apakah Dishub benar-benar menindaklanjutinya. “Saya tidak mau lagi melihat ada kenderaan bermotor yang parkir di seluruh jalur pedestrian di Kota Medan,” tegasnya.

Wali Kota menghimbau kepada warga pemilik kenderaan  bermotor agar tidak mau diarahkan para juru parkir untuk memarkirkan kenderaannya di jalur pedestrian, sehingga tidak terkena pemindahan/penderekan maupun penguncian/penggembokan sesuai sanksi dari Perwal No.70/2017.

“Jadi mulai saat ini saya mengajak seluruh pemilik kenderaan bermotor agar memarkirkan kenderaannya di lokasi yang diperkenankan untuk parkir! Apabila itu tidak dilakukan tentunya akan merugikan anda sendiri,” sarannya.

Selain Dishub, wali kota juga minta kepada Satpol PP untuk menertibkan para pedagang kaki (PK5) yang sampai saat ini menggelar lapak di jalur pedestrian. Berdasarkan amatan yang dilakukan, Wali Kota masih menemukan  ada  PK5  yang berjualan di jalur pedestrian. “Di samping mengganggu pejalan kaki, sesuai peraturan yang ada PK5 tidak diperkenankan berjualan di jalur pedestrian maupun trotoar,” ungkapnya.

Atas dasar itulah mantan Eldin minta kepada Satpol PP segera membebaskan jalur pedestrian dari para PK5.  Sebelum melakukan penertiban tersebut, Wali Kota berpesan agar petugas penegak perda di Kota Medan tersebut hendaknya lebih mengutamakan langkah-langkah persuasif. (am/mm)