Pasar Modern Marelan Segera Dioperasionalkan

RAPAT : Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi rapat pembahasan pengoperasian Pasar Modern Marelan dan Penempatan Pedagang di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.(foto:oke/mm)
RAPAT : Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi rapat pembahasan pengoperasian Pasar Modern Marelan dan Penempatan Pedagang di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.(foto:oke/mm)

MEDAN – Pemko Medan segera mengoperasikan Pasar Modern Marelan di Jalan Marelan Raya Pasar V,  Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan  yang telah selesai dibangun. Pasar yang menampung 500 pedagang akan dioperasionalkan pada Desember 2017, mendatang.

Rencana pembukaan Pasar Modern Marelan dibahas di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Jumat (27/10/2017) oleh Wakil Wali Kota Medan, Ir.H. Akhyar Nasution bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Wali Kota didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Qamarul Fatah, Asisten Umum Ikhwan Habibi Daulay, Kepala Inspektor Kota Medan Farid Wajedi mengatakan, operasional Pasar Modern Marelan segera dilakukan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedagang.

Dalam kesempatan itu Akhyar juga sempat kecewa mengapa Pasar Modern terlengkap ini tidak dioperasionalkan, padahal sudah lama selesai. Dia juga mewarning Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan untuk melakukan perbaikan segera sebelum pasar dioperasionalkan. “Ini yang menjadi pertanyaan, sehingga beberapa bagian gedung mulai terlihat rusak, seperti atap dan keramik yang pecah. Saya mau sebelum ditempati pedagang, instansi terkait harus melakukan renovasi ulang,” tegas Akhyar.

Wakil wali kota meminta PD Pasar Kota Medan untuk melakukan pendataan terhadap pedagang dan memprioritaskan pedagang lama. “Saya ingatkan jangan coba bermain-main dalam penempatan pedagang. Utamakan pedagang lama yang telah didata bersama dengan Camat Medan Marelan. Jangan tiba-tiba ada masuk pedagang baru sehingga timbul masalah baru. Yang lebih penting lagi jangan sampai timbul  second market untuk mendapatkan kios yang akan memicu terjadinya keributan,” tegasnya.

Sementara itu, Asmum Ikhwan Habibi Daulay dalam rapat itu menjelaskan, permasalahan yang ada saat ini jelang dioperasikannya Pasar Modern Marelan menyangkut masalah pembebasan lahan untuk akses jalan masuk dan keluar. Saat ini ada 8 persil tanah milik 6 warga yang belum dibebaskan namun sudah mendapat persetujuan dari Pengadilan Negeri Medan untuk dilakukan konsinyasi dan tinggal melakukan eksekusi.

“Dari 8 persil tanah itu,  2 warga yang memiliki 2 persil tanah sudah mengambil konsinyasi di PN Medan. Artinya, tinggal 4 warga lagi yang memiliki 6 persil tanah belum mengambil konsinyasi tersebut. Untuk itu kita minta camat terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada keempat warga sebelum dilakukan eksekusi bersama PN Medan,’ jelas Asmum.

Jika keseluruhan  lahan itu sudah dibebaskan, sangat mendukung akses jalan masuk dan keluar Pasar Modern Marelan. Dengan demikian para pedagang maupun pembeli jika ingin memasuki  pasar modern, mereka akan melalui Jalan Marelan Raya dan keluar melalui Jalan Pasar V yang bisa tembus hingga Belawan.(oke/mm)