Rekanan PLTU Diduga Lakukan Pencemaran Udara di Belawan

BELAWAN - Akibat melakukan pencemaran udara yang dilakukan oleh BBS merupakan  perusahaan rekanan PLTU Sicanang, warga lingkungan 29 dan 30 Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan resah,Kamis (5/12/2019).

Ada pun pencemaran yang dilakukan perusahaan BBS  dengan cara membuang debu yang berasal dari mesin pembangkit diesel.

Menurut Ahmad Jafar ,salah seorang warga mengatakan ada tiga perusahaan yang merupakan rekanan  PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), Kapal Turki,  Asta Kramasan dan Berkat Bina Sentana(BBS).

"Hasil koordinasi kita kepada pihak PLN itu yang melakukan start mesin tadi itu adalah Perusahaan BBS , sekitar pukul 10:00 Wib.Perusahaan ini merupakan rekanan dari PLTU Sicanang" ucap Ahmad Jafar.

Debunya ini kata Ahmad Jafar seperti butiran halus minyak resido dan debu tersebut mengenai masyarakat  di kawasan jalan gudang arang lingkungan 29 dan 30 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.

Hal ini telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat , tentunya semburan ini dapat menyebabkan penyakit  ispa yang tidak baik kepada masyarakat.

Selain itu kata Ahmad Jafar, pakaian yang berada di jemuran  menjadi kotor ber bintik bintik warna hitam dan air tampungan masyarakat menjadi kotor karena terkena debu minyak sehingga air untuk kebutuhan masyarakat tidak bisa di gunakan, rumah masyarakat sekitar.

Bahkan ada juga salah saru warga yang sakit sesak nafas akibat terhirup debu minyak  tersebut. .Demikian juga halnya dengan rumah ibadah masjid Al Alqobah Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan.

"Kita berharap kepada perusahan perusahan yang seperti ini yang rekanan PLTU Sicanang harus melakukan sefty yang baik agar masyarakat tidak terkena dampak. Dalam waktu dekat kami dan masyarakat akan melakukan aksi, kalau mereka tidak ada melakukan niat baiknya kepada masyarakat seperti kompensasi atau ganti rugi besar kemungkinan masyarakat akan turun,  kami resah terhadap perusahan dari mereka yang sudah menyalahi aturan perundang undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia," tegas Ahmad Jafar.

Sementara itu Ketua DPW Sumut Walantara (Wahana Lingkungan Alam Nusantara)
mengatakan, bahwa perusahaan tersebut telah melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Emisi.

"Maka kami menghimbau pemerintah bertindak tegas kepada perusahaan tersebut yg diduga,telah mencemari udara,yg berimbas fatal ke pada masyarakat nanatinya." jelas Thomson.

Komentar

Loading...