Wali Kota Ajak Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan

Medanmerdeka.com – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mengajak masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan. Gerakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran gizi individu masyarakat.

Hal ini ditegaskan Dzulmi Eldin didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Rita Maharani dalam memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS)  ke-37, di Lapangan Sepakbola Jalan Kapten Rahmadbudin, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (30/8).

Peringatan HPS semakin semarak karena dirangkai lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA)  dan lomba masak serba ikan, dengan tujuan terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan yang berasal dari ikan.

Dalam kesempatan itu, wali kota juga menyerahkan bantuan 2 unit laboratorium keliling ke Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan dan penandatanganan MoU dengan Balai POM Sumut, terkait  pengawasan obat-obatan dan makanan.

Wakil Wali Kota sangat mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan ikan, termasuk menginisiasi  gerakan memasyarakatkan makan ikan. Sebab, gerakan itu dinilainya bertujuan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan.

“Saya berharap TP PKK Kota Medan dapat mengembangkan dan mensosialisasikan semua masakan hasil lomba serta mentrasformasikan seluruh menu menjadi  hal yang bernilai ekonomi serta mendorong budaya memasak ikan di lingkungan keluarga.Di samping itu meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan sebagai menu keluarga sehari-hari,” ujarnya.

Eldin berharap melalui gerakan makan ikan ini, masyarakat secara luas mampu menyajikan panganan berbahan dasar ikan yang beragam dan mulai mencintai kuliner berbasis ikan. Wali Kota meyakini, gemar mengonsumsi ikan ini dapat mencerdaskan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa.

Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakannya peringatan HPN Sedunia ke-32 Tingkat Kota Medan tahun 2017 yakni meningkatkan kesadaran dan perhatian akan pentingnya masalah pangan baik tingkat global, regional dan khususnya tingkat Kota Medan.

Selain itu tambah Muslim lagi, memperkokoh solidaritas antar bangsa dalam usaha memberantas kekurangan pangan dan gizi yang dialami sebagian besar penduduk di dunia. “Di samping itu mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu pangan B2SA berbasis sumber daya lokal,” terang Muslim. (sar)