Miris! Janda di Batubara Berpenghasilan Rp15 Ribu untuk Biayai 2 Anak dan Ibunya yang Buta

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis menyambangi kediaman Asnwati. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

SUASANA haru menyelimuti hati Asnawati (46), di rumah reotnya di Dusun III, Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Limapuluh, Batubara. Tanpa diduganya, janda dua anak ini kedatangan tamu tak lain Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis, Sabtu (6/3/2021).

Dalam pertemuan sialturahmi ini, AKBP Ikhwan didampingi sejumlah personel memberikan bantuan berupa sembako dan tali asih.

Begitu menerima bantuan, tak terasa air mata Asnawati janda dua anak ini tumpah membasahi kedua pipihnya yang mulai mengeriput, berdiri di samping ibunya Khadisah (80) yang mengalami kebutaan sejak enam tahun lalu.

Asnawati bercerita sehari-hari bekerja sebagai peraut lidi dengan upah Rp15 ribu. Pendapatan itu dia kelola untuk kebutuhan dapur menafkahi ibu dan dua anaknya. Sedangkan penghasilan menenum tak seberapa, hanya dijual Rp70 ribu/helai. “Kalau tenun 10 hari siapnya, dijual hanya Rp70 ribu,” ujarnya, lirih.

Namun Asnwati tak pernah mengeluh. Semua hasil jerih payanya dikelola sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, dia mendapatkan bantuan dari orang-orang yang prihatin kepada keluarganya. “Kami sudah lama berdoa, semoga rumah gubuk ini dapat program bedah rumah,” ujarnya berharap.

Kegigihan Asnawati diapresiasi AKBP Ikhwan Lubis. Di tengah kesulitan ekonomi, Asnawati tetap bekerja keras menanfkahi ibu dan anak-anaknya. “Ibu ini teguh dan bertanggungjawab kepada ibu dan anaknya,” kata Ikhwan, dengan mata berkaca-kaca.

Kapolres mengajak semua warga yang mampu untuk bersama-sama saling tolong menolong dan membantu. “Kita-kita inilah yang harus peduli dan membantu,” ajak Ikhwan Lubis, sembari melihat-lihat rumah tenun milik Asnwati yang keropos termakan usia. Jika tak ada halangan, Kapolres segera merenovasi bangunan tersebut.