Ngaku Anggota Polda Sumut, 2 Terduga Pemeras di Tangkap di Batubara

BATUBARA – Dua tersangka pelaku pemerasan yang mengaku sebagai anggota Polda Sumut dibekuk tim gabungan Satreskrim Polres Batubara, saat melancarkan aksinya di Desa Kebun Kopi, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara.

Kedua pelaku yang diamankan masing-masing, Drs Nasman Namao (52), warga Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas dan Sugiono alias Yogi (46) warga Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang.

Dari tangan keduanya disita 1 pucuk senjata jenis air soft gun,  S&W no 18G91516, 1 peluru soft gun, 5 selongsong peluru, uang Rp1 juta, mobil Avanza 1469 MP tanpa STNK dan 2 unit handy talki.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang mengatakan, modus pemerasan yang dilakukan tersangka yaitu menakut-nakuti korbannya dengan mengatasnamakan personel Polda Sumut bagian pengawasan obat dan makanan.

Terakhir pelaku beraksi di Desa Kebun Kopi, Kecamatan Sei Suka. Kedua tersangka datang mengendarai mobil jenis Avanza ke salah satu bengkel milik Dedi, Rabu (18/9/2019) pukul 13.00 WIB.

“Pelaku mengintrogasi korban Dedi, dengan mempertanyakan izin usaha dan sebagainya. Namun Dedi, tidak memperlihatkannya dengan alas an izin usaha dipegang adiknya,” terang Kapolres, Kamis (19/9/2019).

Atas dasar ini, kedua pelaku meminta Dedi untuk menyerahkan uang sebesar Rp10 juta, agar Dedi tidak diproses dibawa ke Polda Sumut untuk diperiksa.

“Jadi korban dipaksa menyiapkan uang Rp10 juta, agar tidak diperiksa di bawa ke Polda Sumut. Sedangkan seorang pelaku lainnya memperlihatkan senjata yang diselipkan di pinggang,” jelas Kapolres.

Seorang warga bernama Suwondo, yang melihat aksi itu curiga dengan gerak gerik kedua pelaku diam-diam menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Indrapura.

Begitu menerima laporan, Kapolsek Indrapura AKP D Habeahan bersama personel Polres Batubara turun ke lokasi. Karena aksinya ketahuan, kedua pelaku Nasman dan Yogi tak berkutik dan diboyong ke Mapolres Batubara.

Penangkapan kedua terduga pelaku pemerasan ini membuat warga  Batubara, geger. Seorang ibu rumah tangga Samsiah (50), pedagang ke roti kering, warga Desa Tanjung Kubah, Kecamatan Air Putih, mendatangi Polres Batubara.

Samsiah mengaku menjadi korban pemerasan pada hari yang sama sekira pukul 12.00 WIB, yang diduga dilakukan kedua pelaku dengan kerugian Rp1 juta. Atas kerugian ini, Samsiah pedagang roti membuat laporan resmi.

“Kasus ini masih kita dalami, karena tak tertutup kemungkinan masih ada korban-korban lain di sepanjang jalan lintas Sumatera yang menjadi korban,” kata Kapolres, sembari mengimbau masyarakat untuk membuat laporan resmi ke Mapolres Batubara.

Penulis: Dhea
Editor: Redaksi

Baca Juga