PC GP Ansor Siapkan ‘Makan Malam’ Sugi Nur Raharja

DELISERDANG - Menyikapi akan hadirnya Sugi Nur Raharja di Kabupaten Deliserdang dalam berbagai kegiatan orasi politik yang dibalut dalam Politisasi Agama, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Deliserdang akan menyiapkan 'jamuan makan malam' jika Sugi Nur Raharja tetap Hadir di Kabupaten Deliserdang.

Hal itu disampaikan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Deliserdang, Julyadi Pulungan saat ditemui, Senin (11/3/2019). Menurutnya, sudah umum diketahui bahwa ceramah-ceramah Sugi Nur Raharja dinilai provokatif, Suginur kerap melakukan ujaran kebencian, ghibah dan fitnah saat berceramah.

"Banyak yang menilai bahwa Sugi Nur tidak cukup memiliki bekal keilmuan agama untuk menjadi seorang Da'i, defisit bekal keilmuan ini bahkan sempat diakuinya sendiri ketika mendapat kritikan dari Kader Ansor Deliserdang Sahabat Muzani Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Deliserdang saat menghadiri langsung pengajian Sugi Nur beberapa waktu lalu dan menjadi Viral di media sosial bahwa Suginur mengaku dia tidak bisa baca kitab kuning, bukan alumni pondok pesantren dan lain lain," jelasnya.

Meski begitu, menurutnya, kalau dicek frekuensi ceramah dan ratusan ribu fans kanal YouTubernya jelas Sugi punya audiensnya sendiri, dan masih juga mendapat undangan ceramah tepatnya bukan ceramah tetapi orasi politik yang dibungkus dalam pakaian agama yang tidak lain isinya sangat jauh dari kaidah-kaidah keislaman, berisikan hujatan, ujaran kebencian, fitnah dan ghibah.

"Hal ini tidak bisa dibiarkan, mau dibawa kemana Ummat ini jika hal ini kerap dibiarkan," tegasnya.

Julyadi juga sangat menyesalkan apa yang ada dalam pikiran para pengundang tersebut sehingga masih dengan sadar mengundang dan mendengar apa yang disampaikan Sugi Nur, padahal sudah jelas apa yang disampaikan Sugi Nur sangat jauh dari ajaran Islam itu sendiri.

Dikatakannya, fenomena semacam Sugi Nur ini sama sekali bukan hal yang unik, ada beberapa kasus yang bisa dijadikan rujukan dan contoh bagaimana sentimen agama dimanupilasi demi kepentingan lain, terutama demi kepentingan politik dan materi.

Salah satu kasus manipulasi sentimen agama yang paling populer barangkali adalah sepak terjang warga Turki Adnan Oktar, atau yang lebih dikenal sebagai Harun Yahya, Harun Yahya banyak menyebarkan argumen berbumbu simbol-simbol Islam. Hasilnya, Ia mengumpulkan pengaruh yang tidak main-main.

Di Indonesia, karya-karya Harun Yahya menyebar luas dan bahkan dipakai sebagai referensi 'ilmiah' wajib di beberapa lembaga pendidikan usia dini di Indonesia. Sementara penulisnya sendiri tersangkut berbagai kasus kriminal.

Sugi Nur Raharja rencananya akan menjadi pembicara dalam beberapa kegiatan di Masjid Sholatul Fallah Kecamatan Tanjung Morawa, Masjid Jamik Desa Beringin Kecamatan Beringin dan Mesjid Jamik Batang Kuis Pekan Kecamatan Batang Kuis, dimulai tanggal 13 Maret 2019.

"Sugi Nur berpotensi mengusik ukhuwah Islamiyah yang sudah berjalan di Kabupaten Deliserdang, dan penolakan ini demi terjaganya kondusifitas, ketertiban, keamanan dan terjaganya Ukhuwah Islamiyah," tandasnya. (mm)

Penulis: Mari
Editor: Redaksi

Baca Juga