oleh

Pedagang Sop Daging Babi Semakin Marak di Sekitar Lokasi MTQN XXVII

FPI Deliserdang Sebut Ada Pembiaran

Medanmerdeka.com – Penjual sop daging babi terus saja berjualan di malam hari di sekitar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII di dekat pintu keluar MTQN jalan menuju kampus Unimed dan kali ini ada dua gerobak becak motor, berjualan diseberang lokasi MTQ.

Seperti tidak menghargai umat Islam, penjual sop daging babi tersebut menggelar dagangannya persis berjarak beberapa meter dari pintu masuk dan keluar MTQN di jalan menuju kampus Unimed.

Kepala Trantib Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Julian Putra, terlihat turun ke lokasi mengusir para penjualan sop daging babi tersebut. “Kan sudah saya bilang jangan berjualan di sini, payah kali dibilangi,” tegas Putra kepada pedagang sop daging babi, Jumat dini hari (11/10/2018). Julian Putra yang ditugaskan oleh Camat Percut  Seituan Timur Tumanggor tampak didampingi beberapa anggotanya, mengusir para pedagang sop babi. “Sebelumnya sudah kami usir tetapi tetap saja mereka jualan,” ujar Putra.

Petugas Front Pembela Islam (FPI) Deliserdang juga tampak turun ke lokasi kawasan MTQN yang jadikan penjualan sop daging babi. “Ini menjadi atensi kami, semestinya sejak awal pemerintah kecamatan harus bertindak dan mensterilkan hal-hal yang merusak kenyamanan MTQN. Apalagi sampai ada seperti pembiaran terhadap munculnya penjual daging babi,” ujar pengurus FPI Deliserdang tersebut.

FPI Deliserdang juga sangat menyayangkan sikap panitia MTQN yang tidak sigap terhadap persoalan yang muncul yang dapat menggangu kenyamanan pelaksanaan MTQN. “Apa lagi sampai ada penjual sop daging babi yang bisa merusak suasana kenyamanan MTQN ini, semestinya ini menjadi atensi khusus panitia MTQN.

Kami sudah mendapat laporan dari masyarakat tentang hal ini dan mulai malam ini dan beberapa malam ke depan kami turun ke sini, kami tidak mau MTQN ini dikotori,” ujar pengurus FPI Deliserdang tersebut.(am/mm)

Komentar

News Feed