Pelabuhan Kecil Kerap Dimanfaatkan Masuknya Narkoba ke Sumut

MEDAN - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut Brigjen Pol Atrial mengatakan pelabuhan kecil sepanjang pantai Sumatera kerap dimanfaatkan jadi masuknya narkotika.

Hal itu diungkapkannya saat pemusnahan narkotika jenis sabu dan ekstasi di markas BNNP Sumut, Kamis (10/6/2021) siang.

Atrial mengatakan barang bukti yang diamankan dari tiga kasus ini termasuk besar di tahun ini. Dari tiga kasus ini ada enam tersangka.

"Barang bukti 2 kilogram sabu diamankan dari dua tersangka yakni Armansyah alias Nanang (44) warga Medan Tuntungan dan Riswan (26) warga Tanjung Balai. Mereka berdua bawa sabu 2 kg dari Tanjung Balai menuju Medan. Namun ketika sampai di Tebing Tinggi kita tangkap. Lalu kita kembangkan dan menangkap satu tersangka lagi di Tanjung Balai atas nama Andika alias Andi (36) warga Asahan," ungkap Atrial didampingi Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Sumut Kombes Pol S Sitepu.

Kemudian, sambung Atrial lagi, kasus lainnya adalah dua tersangka Hendra Sirait alias Hendra (34) dan Khoiruddin alias Khoir (32) warga Asahan. Dari kedua tersangka ini ditemukan barang bukti 90 kilogram sabu dan 62 ribu butir lebih pil ekstasi yang dikemas dalam enam karung.

"Dua tersangka ini menggunakan kapal masuk ke perairan Tanjung Balai, Asahan. Personel Lanal Tanjung Balai menghentikan kapal tanpa identitas. Saat digeledah ditemukan barang bukti 90 kg sabu dan ribuan butir pil ekstasi," papar Atrial.

Dan terakhir, kata Atrial adalah tersangka Erni Sunarsih alias Eni (46) warga Kecamatan Medan Tuntungan.

"Dari tersangka ini cuma diamankan barang bukti 83 gram sabu. Namun warga sudah sangat resah dengan tersangka karena yang bersangkutan menjual sabu seperti menjual permen," kata Atrial.

Kini para tersangka terancam Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.