Pelesiran Bersama Anak Dibawah Umur, Pemuda Batu Nadua Julu Berususan dengan Polisi

Tersangka AMN (23) mendekam di terali besi Polres Kota Padangsidimpuan. (Foto: MEDANmerdeka/Ist)

SIDIMPUAN - Seorang pemuda warg Batu Nadua Julu, Kota Padangsidimpuan, berinsial AMN (23) terpaksa berurusan dengan polisi. Pria ini ditahan atas tuduhan membawa kabur YA (14) dengan alasan jalan-jalan, namun tak ingat pulang selama 4 hari.

Atas kelakuannya AM dijerat pasal 81 ayat 1 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur, lalu ditahan di Mapolres Kota Padangsidimpuan.

Tersangka AMN ditangkap Tekab Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan ketika nongkrong di Palopat Maria, Kecamatan Hutaimbaru, Padangsidimpuan, pada Senin (23/3/2021) lalu, atas laporan ibu korban berinsial NH (36) dengan nomor LP/90/III/2021/SU/PSP.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP. Bambang Priyatno menuturkan, sebelumnya Jumat (19/3/2021) sore tersangka AMN dan YA bertemuan di Simpang Ujung, Kelurahan Batu Nadua Jae. Keduanya lalu jalan-jalan ke pantai Pandan dan tidak pulang.

Kemudian Minggu (20/3/2021) sore, AMN kembali membawa YA ke Palopat Maria. Keduanya menginap layaknya orang pelesriran. "Dari laporan orang tua korban, anaknya tidak pulang selama 4 hari 3 malam," kata Kasat, Jumat (26/3/2021).

Hingga kini tersangka AMN masih menjalani pemeriksaan, dan korban dilakukan visum. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak  di bawah umur.