Pencabul Putrinya Divonis Bebas, Meri Lapor KY

DELISERDANG –  Vonis bebas terdakwa pencabulan, Abdi Suranta Ginting,26 di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Rabu lalu menambah luka hati,  Meri Cristina Sembiring,41, ibu kandung Febriani Guru Singa,14. Padahal, sepekan kejadian pencabulan, siswi Kelas I SMP itupun bunuh diri dengan menenggak racun serangga, karena malu.

Wajah Meri masih kelihatan lusuh dan lemah. Harapannya agar pelaku pencabulan terhadap anaknya mendapat hukuman yang setimpal hanya mimpi saja. Vonis bebas itupun menambah deretan luka yang dialami Meri. "Anak ku minum racun karena malu dengan aib yang menimpanya," kata Meri, Jumat kemarin kepada wartawan. Seperti diketahui, kasus pencabulan itu terjadi Selasa (7/6/2017) dan meninggal minum racbun serangga (15/6/2017). Atas kekecewaan ini, Meri akan mengadukan nasibnya ke Komisi Yudisial (KY), Komnas HAM, bahkan akan disampaikan juga ke Presiden, Joko Widodo.

"Kalau terus begini putusan PN Lubuk Pakam, orang miskin tidak dapat keadilan. Gimana kalau keluarga majelis hakim yang memvonis bebas itu mengalami hal seperti ini? Apakah akan dibebaskan juga? Dengan bebasnya terdakwa yang mencabuli anak ku maka akan membuat pelaku lain tidak akan jera mencabuli anak di bawah umur," kata Meri, kecewa.

Atas putusan bebas ini, Jaksa Penuntut Umum, Rahmaniar SH kepada akan melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung RI. "Kita sudah pasti kasasi karena terdakwa kita tuntut dengan hukuman 13 tahun penjara," tegasnya.

Humas PN Lubuk Pakam, Halida Rahardhini SH membenarkan ada putusan bebas terhadap terdakwa. Menurutnya, musyawarah dilaksanakan secara bulat, majelis hakim memperhatikan tiga hal yaitu legal justice, sosial justice dan keyakinan.

Berdasarkan legal justice tidak terpenuhi dua alat bukti minimal untuk membuktikan dakwaan penuntut umum. Tidak ada saksi yang melihat atau yang dapat memberi petunjuk yang mengatakan bahwa terdakwa telah melakukan bujuk rayu ataupun kekerasan yang berujung bersetubuh kepada korban.Yang ada hanya visum dan atas visum itu dokter  mengatakan bahwa itu luka lama. (ay)