Puluhan Pengunjung Warung dan Kafe Terjaring Operasi Pekat Polres Batubara

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis memimpin Razia Pekat Toba di bulan suci Ramadhan, Jumat malam. (Foto/Istimewa)

BATUBARA – Polres Batubara menggelandang puluhan pengunjung warung dan kafe yang beraktivitas hingga malam hari pada bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, Jumat (8/5/2020) pukul 22.00 WIB.

Razia Pekat Toba 2020 yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Ikhwan Lubis, merupakan cipta kondusif bulan Ramadhan, sekaligus memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona Covid-19.

Sasaran operasi Pekat Toba kali ini tertuju warung tuak dan tempat karaoke di dua kecamatan, yakni Desa Pare-pare dan Desa Titi Payung, Kecamatan Airputih dan Desa Brohol, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara.

Di Desa Titi Payung, petugas menemukan 27 pria dan wanita sedang minum tuak sembari bermain gitar. Saat itu juga petugas mengimbau pemilik warung untuk menutup usahanya sebagai mana imbauan protokol kesehatan Covid-19 dalam memutus mata rantai virus corona.

Sedangkan 27 pengunjung yang menikmati minuman diamankan petugas ke Mapolres Batubara. Sementara sejumlah lokasi karaoke di Kecamatan Sei Suka dan Airputih diimbau untuk menutup usahanya.

“Operasi Pekat kali ini sasaran kita warung dan lokasi karaoke. Sejumlah pria dan wanita yang masih berada di warung tuak kita amankan untuk diberikan pembinaan, sementara karaoke yang tidak berpengunjung diminta segera menutup usahanya,” kata Kapolres.

Di Mapolres, para pria pengunjung warung tuak diberikan pencerahan dari tokoh agama dan Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis.

Kapolres mengingatkan para pria dan wanita yang diamankan untuk mematuhi imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kalau ingin minum ya silahkan di bawa pulang, jangan justru duduk berkumpul bermain musik yang tentunya mengganggu ketentraman warga sekitar hingg larut malam dan melanggar protokol Covid-19,” kata Kapolres.

Oleh karena itu, Kapolres mengimbau para pria dan wanita yang sudah diamankan untuk mematuhi peraturan. Agar tidak mengulangi perbuatannya, mereka yang diamankan membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya kembali.