Polisi Usut Kematian Aktivis Walhi Sumut

MEDAN - Proses autopsi jenazah Golfrid Siregar, aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, yang tewas dengan kondisi kepala hancur, Minggu (6/10/2019) kemarin, sudah selesai dilakukan tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (7/10/2019) tengah malam.

Pihak keluarga langsung membawa jenazah advokad Walhi itu untuk disemayamkan di rumah orangtuanya di Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun.

Setelah pihak keluarga menyelesaikan prosesi acara adat, Golfrid akan dikebumikan di Tiga Dolok, Selasa (8/10/2019).

Istri Golfrid, Resmi Baringin (31), turut ikut mengantarkan suaminya. Golfrid diberangkatkan menggunakan mobil ambulan menuju kampung halaman. Sebagian dari aktivis Walhi juga ikut memberangkatkan rekannya tersebut.

"Kami meminta aparat kepolisian untuk mengungkap secara terang benderang kasus kematian suami saya ini," kata Resmi Baringin.

Golfrid meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan.

Sebelumnya, Golfrid ditemukan tidak sadarkan diri oleh seorang tukang becak di Fly Over di Simpang Pos kawasan Jalan Jamin Ginting Medan.

Tukang becak itu kemudian membawanya ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Golfrid kemudian dirujuk ke RS Adam Malik.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto menyampaikan, aparat kepolisian mengamankan sejumlah rekaman Closed Circuit Television (CCTV) dari RS Mitra Sejati, Fly Over Simpang Pos maupun di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.

"Untuk rekaman di RS Mitra Sejati, ada terlihat wajah empat orang, yang satu di antaranya adalah korban. Ada dua orang yang menggotong korban dan satu orang lagi mengantar sepedamotor. Kita masih mencari mereka untuk dimintai keterangan," jelasnya.

Polisi juga akan melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV atas rute perjalanan Golfrid sebelum tewas. Selain itu, polisi meminta keterangan dari pihak keluarga korban maupun rekan aktivis Walhi tersebut.

Penulis: Yohana
Editor: Redaksi

Baca Juga