Polrestabes Medan Ciduk Provokator Unjuk Rasa Omnibus Law

Tersangka FAPH (23) diamankan Polrestabes Medan. (Foto/Istimewa)

MEDAN - Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan Polres Mandailing Natal (Madina) berhasil menciduk otak pelaku (provokator) unjuk rasa anarkis Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law, beberapa waktu lalu.

Provokator itu berinisial FAPH (23) beralamat kost di Jalan Pelita Gang Hakekat, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tersangka tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan.

Korban dalam unjuk rasa anarkis tersebut Okto Fauzi Harahap ST (29) warga Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Desa Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Okto diketahui sebagai Pegawai Honorer di Dinas Binamarga Provinsi Sumut.

Penangkapan provokator tersebut dibenarkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi melalui Kasat Reskrim Kompol Martuasah Hermindo Tobing SIK MH, Jumat (20/11/2020).

"Tersangka ditangkap saat berada di rumahnya pada Kamis, 19 November 2020 sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pasar Muara Sipongi, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Hermindo Tobing.

Dijelaskan Kasat Reskrim, kronologis kejadian pengerusakan itu terjadi pada Kamis, 08 Oktober 2020 sekira pukul 16.50 WIB.

Saat itu, korban Okto Fauzi Harahap ST bersama saksi-saksi sedang melintas di Jalan Gedung Arca, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara, sedang mengendarai mobil pick-up Isuzu Panther warna hitam milik Dinas Bina Marga, Sumut.

"Tiba-tiba, korban melihat para pengunjukrasa sedang memblokade jalan tersebut. Lalu datang tersangka sambil mengejar dan memberhentikan mobil tersebut dan meminta korban untuk turun. Selanjutnya, mobil tersebut dibawa ke depan kampus ITM (Institut Teknologi Medan) dan terjadilah tindak pidana pengerusakan," urai Kompol Martuasah.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, tersangka berperan mengangkat/membalikan mobil tersebut sehingga posisi sebelah kanan mobil berada di atas dan sisi kiri berada di bawah.

"Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 170 juncto Pasal 406 KUHPidana tentang pengerusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara," pungkas Kompol Martuasah Hermindo Tobing.