Protes Angkutan Onlie, Sopir Angkot & Becak Siantar Mogok

Medanmerdeka.com – Seratusan angkutan kota (angkot) dan becak bermotor melakukan aksi mogok di depan kantor Wali Kota Pematangsiantar, Rabu (29/11). Aksi ini salah satu bentuk protes, terkait beroperasinya angkutan berbasis online.

Aksi mogok yang berlangsung tertib dan aman ini tetap dibawah pengawasan aparat kepolisian.Petugas Satlantas Polres Siantar juga turun mengamankan arus lalulintas sehingga tidak terjadinya kemacetan di depan kantor Wali Kota, Jalan Merdeka, Pematang Siantar.

Pengemudi becak dan angkot juga melakukan sweeping di sejumlah ruas jalan. Angkot dan becak yang beroperasi membawa penumpang dipakasa berhenti dn menurunkan penumpang untuk bergabung dalam aksi mogok.

Seorang pengemudi becak siantar, Pendi yang ditemui disela-sela aksi mogok mengatakan bahwa kehadiran mereka untuk bertemu langsung wali kota sekaligus menjelaskan persoalan yang mereka hadapi pasca masuknya armada berbasis online.

“Kami ini angkutan tradisionil yang juga butuh menghidupi keluarga.Coba bapak bayangkan, biasanya kami berpenghasilan Rp50 ribu, namun sejak masuk online pendapatan kami tinggal Rp20 ribu perhari,” kata pria berusia 37 tahun tersebut dengan nada kecewan.

Sementara nasib serupa juga dialami sopir angkot Sinar Siantar. Setiap harinya, Pardede hanya bisa membawa pulang penghasilan bersih Rp40 ribu.”Kalau hanya Rp40 ribu yang saya bawa, kami sekeluarga mau makan apa, belum lagi biaya cicilan angkot dan perbaikan rutin,” katanya kecewa.

Aksi mogok ini akhirnya meredak, setelah perwakilan sopir dan pengemudi becak mesin diterima Asisten II,M Akhir Harahap didampingi Kepala Dinas Perhubungan Esron Sinaga,untuk bedialog di kantor wali kota.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa pekan depan Pemko Pematangsiantar akan memanggil pengelola angkutan berbasis onlie.“ Awal pekan depan akan dipanggil perusahaan pengelola angkutan online untuk membahas tuntutan para pengemudi angkot bersama dengan instansi terkait,” kata Akhir.(vis/mm)