Siswa SMP Deklarasikan Anti Kekerasan & Terorisme

Medanmerdeka.com – Ratusan siswa SMP Negeri 2 Delitua di Jalan Satria, Desa Mekar Sari Deli Tua, Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deliserdang menggelar deklarasi anti kekerasan terhadap anak, anti terorisme dan anti penanaman paham radikal. Deklarasi ditandai dengan penyematan pita hitam di lengan.

“Sampai hari ini masih marak kejahatan terhadap anak dan juga aksi terorisme,” terang Kepala SMP Negeri 2 Delitua, Idris usai melakukan deklarasi pada Senin (28/5/2018).

Para pelajar menyambut antusias deklarasi ini. Mereka bangga dan senang karena turut dilibatkan dalam gerakan melawan kekerasan terhadap anak serta menolak penanaman paham radikal, intoleransi dan terorisme. “Kita bahagia, kita bangga karena sudah menolak segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak dan terorisme,” ungkap Siti Nurafifa (15) salah seorang siswa.

Hanifa Sabura (15) siswa lainnya menegaskan aksi kekerasan terhadap anak memang harus dilawan secara bersama-sama. “Ayo ajak para siswa dari sekolah manapun, dimanapun kalian dan kapanpun, mari kita lawan segala macam bentuk kekerasan kepada anak,” ucapnya.

Sedangkan Ketua OSIS Saudri Maulana, secara spesifik mengomentari soal aksi terorisme. Menurutnya, tak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya merenggut nyawa orang lain apalagi mengebom. Dan teroris itu tak pandang agama. “Marilah kita saling menjaga dan menghargai satu sama lain. Mari menjaga toleransi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang Junaidi Malik mengatakan, dengan dideklarasikannya gerakan ini, menunjukkan kesungguhan dan komitmen SMP Negeri 2 Delitua terhadap upaya mewujudkan sekolah ramah anak.

“Deklarasi ini bagian dari program Sekolah Ramah Anak, yakni bidang penguatan karakter. Kami berharap, sekolah lain bisa mengkloning hal baik yang dicetus SMP 2 Delitua ini,” tegasnya.(ardy/mm)

 

Comment