Residivis Kambuhan Kembali Edarkan Upal

PAPARAN : Kapolsekta Deli Tua Kompol Wira memberikan penjelasan pengungkapan peredaran uang palsu yang dilakukan dua tersangka (tengah).(foto: aks/mm)
PAPARAN : Kapolsekta Deli Tua Kompol Wira memberikan penjelasan pengungkapan peredaran uang palsu yang dilakukan dua tersangka (tengah).(foto: aks/mm)

MEDAN – Dua tersangka residivis pengedar uang palsu (Upal) diringkus Satreskrim Polsekta Delitua di dua lokasi terpisah.

Kedua tersangka, Rahmad Effendi Sembiring (40), warga Desa Batu Membelin, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang dan Ahmad Anto (53), penduduk Jalan Jermal 3, Kelurahan Datok Kabu, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Dari tangan para tersangka polisi menyita barang bukti senilai Rp6,5 juta dengan rincian 14 lembar pecahan Rp100 ribu, 102 lembar pecahan Rp50 ribu, 2 lembar pecahan Rp20 ribu dan 16 lembar pecahan Rp10 ribu, dompet dan 2 unit handphone.

Kapolsek Deli Tua, Kompol Wira mengatakan pengungkapan kasus pengedar dan pemilik uang palsu ini berawal dari informasi masyarakat kepada polisi, adanya peredaran uang palsu. “Modus mengedarkan uang palsu ini dengan cara berbelanja barang,” terang Wira, Minggu kemarin.

Atas informasi ini, kemudian petugas menangkap seorang tersangka Rahmad Effendi Sembiring di salah satu kawasan di Jalan AH.Nasution. Keterangan tersangka Rahmad, uang palsu itu diperolehnya dari rekannya Ahmad Anto.

“Petugas di lapangan bergerak cepat dan menangkap Ahmad Anto yang pada saat itu duduk di salah satu warung di Jalan Jaming Ginting Medan. Dari masing-masing tersangka kita menyita uang palsu yang hendak dibelanjakan dengan total Rp6,5 juta,” terangnya.

Untuk penyelidikan, kedua tersangka digelandang ke Maposlekta Deli Tua dan pengakuan Ahmad Anto, uang palsu itu diperolehnya dari A alias Ndut (DPO). “Pengungkapan kasus ini masih kita dalami dan kembangkan, termasuk memburu tersangka A alias Ndu. Apalagi kasus ini melibatkan Ahmad yang sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama,” tegas Wira.

Atas perbuatanya, kini kedua tersangka meringkuk di terali besi Polsekta Deli Tua dan dijerat Pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 thn dan denda paling banyak Rp 50 Milyar.(aks/mm)

Penulis:

Baca Juga